
Kehadiran MIRU di Center Stage Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 menandai babak baru industri lensa kontak di Indonesia. Jenama asal Jepang ini datang dengan pesan yang jelas: melihat bukan hanya soal fungsi indra, melainkan pengalaman hidup yang lebih utuh. MIRU tidak sekadar memosisikan diri sebagai produk medis, tetapi juga bagian dari ekosistem fashion dan gaya hidup masa kini.
Menurut Yamashita-san (perwakilan MIRU Global), filosofi ini berakar dari makna kata miru dalam bahasa Jepang yang berarti ‘”melihat”. Ia menjelaskan, “Bagi kami melihat berarti menemukan dan merasakan dunia dengan kesadaran penuh.”
Inovasi MIRU Hari Ini
Di Indonesia, MIRU berada di bawah naungan Menicon Group melalui PT Oculus Indonesia. Benny Tjahjad (Country Manager PT Oculus Indonesia), menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat urban menjadi fokus utama hari ini.
“Kami ingin menawarkan lensa kontak yang aman, nyaman, dan mudah digunakan, terutama bagi Anda yang aktif dan dinamis.” jelas Benny Tjahjad.
Semangat ini sejalan dengan filosofi MIRU, yang kemudian diterjemahkan ke dalam inovasi seperti teknologi Flat Pack, desain kemasan lensa kontak yang lebih intuitif, higienis, dan praktis untuk mobilitas tinggi.
Tak hanya soal kenyamanan, MIRU juga membawa komitmen pada keberlanjutan. Penggunaan material daur ulang serta penggunaan plastik hingga 80% menjadi bagian dari upaya jenama ini dalam menjawab tantangan lingkungan.
***
Kehadiran MIRU di Center Stage JFW 2026 menandai langkah strategis mereka dalam memperkenalkan lensa kontak kepada audiens fashion masa kini. Fashion, teknologi, dan tanggung jawab sosial dipertemukan dalam satu narasi. Bagi Anda yang hidup dengan arus kota yang cepat, MIRU menawarkan solusi fungsional tanpa kehilangan estetika.
Teks dan foto: Nadia Indah
Editor: Mardyana Ulva