Mengulik Inspirasi Seni di Balik Setiap Busana Met Gala 2026

Dibalik tampilan mewah yang mengangkat karya seni ikonis ke dalam busana di Met Gala 2026

Met Gala 2026 terasa lebih dari sekadar ajang kemewahan. Tahun ini, mode hadir sebagai medium interpretasi seni dengan setiap tampilan mengangkat karya yang nyata, lengkap dengan narasi dan maknanya.

Madonna
Terinspirasi dari The Temptation of St. Anthony karya Leonora Carrington, tampil dalam Saint Laurent dengan nuansa surealis yang dramatis dan teatrikal.

Karan Johar
Dalam rancangan khusus Manish Malhotra, tampilan ini terinspirasi dari lukisan-lukisan karya Raja Ravi Varma. Fragmen visual dari berbagai karya dipadukan menjadi satu narasi dalam bentuk jubah, menghadirkan kesan artistik yang kaya sekaligus merefleksikan warisan budaya dalam interpretasi yang lebih modern.

Advertisement

Venus Williams
Mengacu pada Double Portrait (2022) karya Robert Pruitt, tampil dalam Swarovski dengan struktur modern dan permainan tekstur yang kuat.

Hunter Schafer
Terinspirasi dari Mäda Primavesi karya Gustav Klimt, tampil dalam Prada dengan siluet lembut dan nuansa feminin yang halus.

Emma Chamberlain
Mengangkat Enclosed Field with Ploughman karya Vincent van Gogh ke dalam tampilan Mugler yang dinamis dan penuh energi.

Gracie Abrams
Terinspirasi dari Portrait of Adele Bloch-Bauer I karya Gustav Klimt, tampil dalam Chanel dengan ornamen kaya dan kesan elegan klasik.

Kendall Jenner
Mengacu pada patung Winged Victory of Samothrace, tampil dalam GapStudio dengan siluet yang terasa bergerak dan monumental.

Law Roach
Terinspirasi karya Naïla Opiangah, tampil dalam AMI Paris dengan pendekatan yang bold dan ekspresif.

Ben Platt
Mengangkat A Sunday Afternoon on the Island of La Grande Jatte karya Georges Seurat dalam Tanner Fletcher dengan detail kecil yang membentuk visual harmonis.

Claire Foy
Terinspirasi dari Portrait of Madame X karya John Singer Sargent, tampil dalam Erdem dengan pendekatan minimal dan refined.

Amy Sherald
Menginterpretasikan karyanya sendiri, Miss Everything (Unsuppressed Deliverance), dalam balutan Thom Browne yang personal dan konseptual.

Met Gala 2026 menunjukkan bahwa mode bukan sekadar tampilan, tetapi juga cara baru untuk menghidupkan kembali karya seni dalam konteks yang lebih relevan saat ini.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Ketika Musik Menjalin Benang Resortwear: Menelusuri Koleksi “Alegria” dari Magali Pascal

Ketika Musik Menjalin Benang Resortwear: Menelusuri Koleksi "Alegria" dari Magali Pascal

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.