Menilik Konsep Quiet Luxury di Masari Le Suite
Sinema di Bawah Kota, A$AP Rocky dan Margaret Qualley dalam Kampanye Chanel Métiers d’Art 2026
KOREA 360 Rayakan Tiga Tahun Kolaborasi dan Inovasi, bersama FIFTY FIFTY dan ONF

Sinema di Bawah Kota, A$AP Rocky dan Margaret Qualley dalam Kampanye Chanel Métiers d’Art 2026

Bagaimana sebuah pagi dapat berubah menjadi takdir?
Bagaimana langkah yang terpisah menemukan kembali nadinya?

Di tangan Chanel, sinema pendek menjadi jendela menuju dunia yang bergerak di antara mimpi dan kebisingan kota. New York digambarkan sebagai labirin ritmis, tempat A$AP Rocky dan Margaret Qualley terbangun dari keheningan, lalu terpisah tanpa kata. Dari kamar Williamsburg yang sunyi hingga lorong-lorong subway yang penuh gema, keduanya bergerak seperti dua garis yang mencoba kembali menjadi satu, diiringi kepekaan visual Michel Gondry yang memadukan absurd, lirih, dan pesona.

Melalui film pendek kampanye Métiers d’Art 2026, Chanel membingkai pertemuan musik, mode, dan sinematografi sebagai satu tarikan napas. Gondry merajut adegan-adegan kilat, piyama sutra merah Rocky, langkah tergesa Qualley, trotoar Manhattan yang menjadi panggung, menciptakan ritme yang terasa seperti fragmen mimpi. Di bawah cahaya kota, realitas dan fantasi saling menyusup, memihak pada keajaiban yang hanya mungkin terjadi di layar.

Advertisement

Energi sinema ini mengalir lebih jauh ketika Chanel menempatkan Rocky dalam pengejaran yang nyaris puitis. Ia berlari, menyelam menembus air, dan menantang batas ruang demi satu sosok: Qualley. Setiap gerak menghadirkan kesan bahwa cinta, dalam dunia Gondry, adalah perjalanan yang tak pernah linear. Surrealitas digunakan bukan untuk menjauh dari kenyataan, melainkan untuk menyoroti intensitas perasaan yang terlalu nyata untuk dijelaskan.

Pada akhirnya, di hadapan hiruk-pikuk kota, Chanel merangkum seluruh turbulensi itu dalam satu gestur: Rocky berlutut, membuka sebuah kotak perhiasan yang memantulkan cahaya lembut. Bukan sekadar adegan romantis, melainkan penutup yang menjawab perjalanan, sebuah kepastian setelah pencarian panjang.

Dan bukankah jawaban selalu datang pada mereka yang terus bergerak?
ukankah cinta menemukan jalan pulangnya sendiri?

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Menilik Konsep Quiet Luxury di Masari Le Suite

Next Post

KOREA 360 Rayakan Tiga Tahun Kolaborasi dan Inovasi, bersama FIFTY FIFTY dan ONF

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.