Luna Maya Memaknai Rasa Kehilangan
Luna Maya meyakini bahwa terdapat pelajaran berharga yang didapatkan dari rasa kehilangan



Kembali lajang setelah menjalani hubungan asmara yang serius selama lima tahun, diakui Luna Maya mendatangkan perubahan yang sangat besar dalam hidupnya. Bukan hanya mengenai perubahan status saja, melainkan juga kehilangan sesuatu yang tadinya sangat ia pedulikan tentu mengubah total rutinitasnya.  “Bukan hanya terbiasa menjalani kebersamaan dengan orang itu saja, tapi juga berada di dalam sebuah komitmen dan tiba-tiba tidak ada lagi mengubah hidup saya secara
drastis,” ungkap Luna apa adanya.

Kehilangan ia maknai sebagai sebuah peringatan, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Ia memahami betul bahwa setiap pertemuan pasti diiringi dengan perpisahan. Semua yang ada di dunia ini hanyalah masalah waktu, katanya. Ada yang bertemu, tak lama harus berpisah. Ada yang bersama hingga maut memisahkan. Tidak ada yang abadi. Begitu pula kebersamaan dengan keluarga dan sahabat. Hal itulah yang membuatnya tak mau lagi membuang-buang waktu. “Jangan sampai saat tua nanti dipenuhi penyesalan dan hidup tidak bahagia,” tuturnya, bersemangat untuk merayakan kehidupannya kembali. (Stephanie Mamonto) Foto: Hendra Kusuma
 

 



JOIN OUR COMMUNITY