Pijakbumi Layangkan Intensitas Keberlanjutan Secara Penuh di Koleksi Baru
Koleksi bertajuk “Hara” ini menjadi kesadaran Pijakbumi soal pajak karbon yang dihasilkan dari sepatu yang mereka produksi.
20 Dec 2021



Ada yang istimewa di panggung Indonesia Fashion Forward pada hari Minggu, 28 November 2021 yang lalu. Bersama tiga desainer alumnus program inkubator fashion lokal, Alex[a]lexa, RiaMiranda, dan Milcah, tampil juga Pijakbumi yang ikut melengkapi pergelaran akbar tahun ini.

Di panggung tersebut, Pijakbumi menghadirkan koleksi terbaru mereka, “Hara”. Namanya diambil dari zat yang diperlukan semua makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang. Koleksi ini merupakan inisiatif dari brand asal Bandung tersebut untuk membayar pajak karbon yang dihasilkan dari sepatu yang mereka produksi.
 

Koleksi Pijakbumi kali ini didedikasikan khusus bagi misi keberlanjutan industir mode.

 

"Dalam inisiasi mengkalkulasi jejak karbon tersebut, Pijakbumi ingin terlebih dahulu membangun kesadaran soal pelestarian hutan Indonesia, karena hutan bukan hanya penghasil oksigen, tetapi hutan juga merupakan rumah bagi masyarakat di sekitarnya, rumah bagi biodiversitas di dalamnya, dan rumah bagi kita semua,” kata Rowland Asfales, CEO Pijakbumi.

Sejalan dengan semangat konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, seri Hara akan dibuat terbatas. Seri ini tersedia sekitar 200 pasang saja, yaitu terdiri dari dua model: Mava Derby untuk perempuan dan Mori Mid Top Sneakers yang uniseks.

Sebagaimana namanya, koleksi sepatu Hara dibuat dari bahan-bahan alami, misalnya limbah serbuk kayu pinus. Untuk bahan kain, koleksi sepatu HARA menggunakan kain rami yang ditenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), dan kain katun daur ulang yang diwarnai secara alami. 

 

Salah satu pasang sepatu yang dikenakan di peragaan koleksi Alex[a]lexa.


Asfales menambahkan bahwa koleksi Hara dibuat sebagai bagian upaya memperbaiki bumi bahkan dari cara yang paling sederhana seperti memilih benda-benda yang melekat pada tubuh kita. Sepatu salah satunya.

Setiap pembelian koleksi Hara, konsumen juga turut bergotong royong mengadopsi hutan yang meliputi 28 pohon di desa Air Tenam, Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Secara khusus kami ingin mengingatkan kembali bahwa hutan adalah rumah yang menaungi bumi dan penduduknya, dari hutan kita belajar untuk memberi makna bagi sekitar karena kita hidup saling berdampingan satu sama lain," tutup Asfales. 

Dalam merancang koleksi ini, Pijakbumi turut menggandeng Astri Puji Lestari sebagai muse. “Manusia tidak bisa hidup tanpa alam, sebaliknya alam terbukti bisa hidup tanpa manusia. Kita bayangkan saja kalau tidak ada air dan hutan, otomatis tidak ada oksigen dan tidak ada makanan yang semuanya adalah kebutuhan fundamental manusia. Manusia, termasuk saya, seharusnya 'membayar' balik kepada alam atas keuntungan yang kita ambil,” kata content creator yang sering mempromosikan gaya hidup minimalis dan berkesinambungan itu.

Dari koleksi ini, Pijakbumi mengajak para pencinta fashion untuk lebih peduli terhadap pentingnya menjaga hutan, untuk menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim yang kini kian terasa efeknya pada kehidupan manusia.

Koleksi Hara dari Pijakbumi bisa langsung didapatkan di situs pijakbumi.com dan dijual dengan harga antara Rp515.200-Rp557.200. (JE) Foto: JFW 2022/GETTY IMAGES.
 

 


Topic

Fashion

Author

DEWI INDONESIA