Semua yang Perlu Diketahui Soal Konsumsi Garam untuk Cegah Hipertensi dan Obesitas
Meskipun bermanfaat, kita perlu bijak mengonsumsi garam agar terhindar dari masalah kesehatan serius.
2 Feb 2022



Garam memegang peranan penting dalam memberikan rasa lezat pada makanan. Garam atau sodium juga memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Manfaat garam atau sodium adalah menjaga keseimbangan cairan di tubuh, dan berperan dalam menjaga fungsi saraf serta otot. Meski demikian, kita tetap harus membatasi konsumsi garam, karena asupan yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Hindari konsumsi berlebihan

Makanan dengan kandungan garam tinggi cenderung membuat orang makan lebih banyak. konsumsi garam yang tinggi dapat menyebabkan tingginya kadar natrium di dalam darah. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, bisa mengarah pada obesitas dan penyakit lain, misalnya hipertensi atau tekanan darah tinggi.
 
Terkait obesitas, data Riskesdas terbaru pada tahun 2018 menunjukkan 21,8 persen masyarakat Indonesia mengalami obesitas. Jika dibiarkan, diprediksi angka obesitas dapat mencapai 40 persen pada 2030, yang artinya hampir 1 dari setiap 2 orang dewasa di Indonesia akan mengalami obesitas. Kondisi obesitas dikaitkan dengan sejumlah penyakit, seperti lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Batas konsumsi garam harian

Badan kesehatan dunia, WHO (World Health Organization) menganjurkan batas konsumsi aman garam per hari untuk orang dewasa adalah maksimal 5 gram atau kurang dari satu sendok teh. Oleh karenanya, penting untuk menjaga asupan garam agar tubuh tetap mendapatkan manfaatnya tanpa menimbulkan berbagai risiko penyakit.
 
“Prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mengisyaratkan bahwa masyarakat harus mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Salah satu kuncinya adalah menjaga asupan gizi seimbang dengan memerhatikan takaran gula, garam, dan lemak pada setiap masakan,” ungkap dr. Rafael Nanda R, MKK dari Ajinomoto Indonesia, yang meluncurkan kampanye bijak konsumsi garam bertepatan pada Hari Gizi Nasional pada 25 Januari lalu.

Diet rendah garam

Penuhi asupan gizi seimbang dan bijak konsumsi garam agar kesehatan fisik terjaga

Sayangi diri Anda dengan mulai bijak mengonsumsi garam sebagai langkah pencegahan terhadap masalah kesehatan yang serius. Anda bisa mengurangi takaran penggunaan garam dalam masakan, dan menggantinya dengan alternatif garam dengan bumbu yang memberikan cita rasa pada masakan. Misalnya bawang putih, ada hitam, bubuk bawang kering, rosemary, atau oregano, yang melezatkan masakan tanpa mengurangi gizinya.

Diet rendah garam membuat asupan gizi lebih seimbang. Selain alternatif garam tersebut, Anda juga diperbolehkan mengonsumsi bumbu bercitarasa umami seperti Ajinomoto, tentu dengan takaran yang tidak berlebihan pula. Kandungan sodium pada MSG hanya 1/3 dari kandungan sodium pada garam biasa, Anda tak perlu menambahkan garam ke dalam masakan apabila sudah menggunakan bumbu umami ini.




Makanan tanpa garam atau yang dibuat dengan sedikit garam tentu terasa hambar bagi yang baru memulai kebiasaan ini. Namun apabila selama ini Anda terbiasa mengonsumsi makanan tinggi garam, diet rendah garam perlu segera dimulai sebelum terlambat.
 
MARDYANA ULVA
Foto: Unsplash

 

 

 


Topic

Health

Author

DEWI INDONESIA