Menyambung Ikatan dan Mencipta Landmark Baru

Di jantung Sanlitun, distrik pusat kemewahan dan budaya Beijing, House of Dior menegaskan ikatan kuatnya dengan China melalui pembukaan House of Dior Beijing, flagship terbesar Dior di negeri ini yang membentang lima lantai. Bangunan sculptural inovatif ini dirancang oleh arsitek ternama Christian de Portzamparc, dengan cangkang berbentuk kelopak yang melengkung lembut, meniru gerak toiles haute couture Dior.
Dior kembali menulis ulang bahasa arsitektur dan fashion bersama Christian de Portzamparc untuk kali ketiga setelah dialog kreatif flagship pertama di Seoul 2015 hingga Geneva 2024, menenun warisan dengan inovasi dalam setiap lekuk dan cahaya. Fasad vertikal dihiasi ubin kaca emas buatan tangan, warna kerajaan yang menegaskan kemegahan, sementara bintang keberuntungan Dior berkilau di puncak, mengundang mata untuk menyelami dunia Dior yang magis.
Jendela-jendela butik menampilkan skenario miniatur yang menghidupkan imajinasi: koper menjadi panggung perjalanan impian ke Paris, Lady Dior bersanding dengan townhouse 30 Montaigne dan Arc de Triomphe, merayakan persahabatan abadi Dior–Beijing. Karusel mimpi, Bobby sang anjing setia Monsieur Dior, pohon Natal dekoratif, dan bola salju reinterpretasi membawa pesona musim liburan dalam keseimbangan antara keanggunan kontemporer dan fantasi yang memesona.
Arsitektur dan Ruang Koleksi
Di dalam, lantai cabochon, reinterpretasi cannage, sentuhan emas, karya seni, dan fotografi hitam-putih membingkai perjalanan antara tas dan sepatu feminin, ready-to-wear, perhiasan, parfum La Collection Privée, hingga koleksi pria, Dior Maison, dan jam tangan. Setiap ruang dihiasi dinding buatan tangan: mutiara untuk wardrobe pria, rel gambar emas untuk alam wanita.Tangga spiral monumental mengantar ke puncak, menyingkap ruang konseptual OMA dengan toiles putih tiga dimensi, menampilkan mahakarya Ateliers Dior, dihiasi gaun merah darah “warna kehidupan” menurut Christian Dior. Di lantai taman, restoran Monsieur Dior merayakan seni hidup Prancis dalam dekadensi yang anggun dan kontemporer.

Kreasi Eksklusif dan Koleksi Terbatas
Pengalaman Dior Beijing semakin kaya melalui kreasi eksklusif dan edisi terbatas. Gaun etereal dari koleksi cruise 2026 bersinar dalam palet lembut, sementara jaket dan T-shirt dihiasi Pegasus megah. Tas ikonis Lady Dior dan Dior Toujours hadir dalam variasi bordir emas, kulit berharga, dan warna intens. Wardrobe pria tampil berani melalui koleksi kapsul Dior Mountains, ajakan untuk merayakan olahraga musim dingin, sedangkan lini Dior Icons menampilkan potongan halus dan warna alami. Koleksi Ranelagh dan karya Joy de Rohan Chabot menghadirkan sentuhan art de vivre, sementara sepuluh liontin Rose des Vents menegaskan kreativitas Victoire de Castellane, dialog harmonis antara warisan dan imajinasi visioner.

Monsieur Dior: Gastronomi Haute Couture

Di restoran Monsieur Dior, Anne-Sophie Pic, chef wanita paling bertabur Michelin, menghadirkan menu tailor-made yang memadukan seni kuliner dan fashion. Hidangan seperti Les Perles, kombinasi kepiting dan kaviar yang meniru sulaman, dan Les Berlingots ©ASP, interpretasi gurih permen berperhias motif leopard, menceritakan ulang kisah Dior dalam bahasa haute couture. Penutup manis hadir melalui revisi elegan millefeuille sebagai penghormatan pada motif houndstooth Miss Dior, menyatukan keanggunan klasik dengan inovasi kuliner modern.

Boutique-Galeri: Seni yang Hidup
Selain sebagai rumah mode, Dior Beijing juga berfungsi sebagai galeri seni, penghormatan pada persahabatan Christian Dior dengan para seniman sezamannya. Pengunjung disambut oleh Ginkgo Leaf Bench karya Claude Lalanne, lukisan berkabut Sarah Meyohas, serta komposisi keramik floral Gold Cascade karya Valeria Nascimento. Cermin Super Bubbling Hervé Van der Straeten, patung baja Cuq oleh Not Vital, meja Franck Evennou, dan kreasi Xu Zhen, Wang Xiyao, serta Annalu memancarkan energi yang hidup. Di jantung restoran, karya Hong Hao menegaskan hiruk-pikuk Beijing sekaligus warna merah, “warna kehidupan” Dior. Fotografi hitam-putih menampilkan siluet ikonis Dior, sementara lukisan René Bouché Monsieur Dior à table dan lukisan hipnotik Mathilde Denize menambah dimensi puitis, menyatukan Beijing dan Paris dalam pengalaman sensorik yang menakjubkan.