1830: Mengenang Kembali Jawa dalam Untaian Sandang dan Kisah
Home Sweet Loan Diadaptasi ke Bentuk Musikal, Pentas Mulai 30 September 2026

Home Sweet Loan Diadaptasi ke Bentuk Musikal, Pentas Mulai 30 September 2026

Setelah sukses sebagai novel dan film, Home Sweet Loan kini hadir dalam bentuk pertunjukan musikal yang memperluas perjalanan Kaluna melalui musik, koreografi, dan lima lagu orisinal karya Idgitaf.
1
Setelah novel dan film, perjalanan Kaluna kini berlanjut ke panggung lewat Home Sweet Loan The Musical, adaptasi yang memadukan teater, musik, dan pertunjukan langsung mulai 30 September–18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki

Home Sweet Loan hadir pertama kali dalam format novel karya Almira Bastari, yang kemudian diadaptasi dalam bentuk film. Sebentar lagi, kisah ini juga akan hadir dalam bentuk pertunjukan musikal. Indonesia Kaya berkolaborasi dengan Visinema Studios dan Jakarta Art House menghadirkan Home Sweet Loan The Musical, yang akan dipentaskan sebanyak 23 kali mulai 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Adaptasi ini menjadi babak baru perjalanan kisah Kaluna yang selama ini dekat dengan banyak pembaca maupun penonton.

Disutradarai oleh Dinda Lisa Reideka, dengan naskah yang ditulis oleh Widya Arifianti dan Yemima Krisantina, musikal ini turut didukung tata musik garapan Ivan Tangkulung serta lima lagu orisinal karya Idgitaf. Kaluna akan diperankan secara bergantian oleh Kalya Islamadina dan Chintana Jo, bersama sebelas pemeran utama, 24 pemain ensemble, dan lebih dari 50 insan kreatif yang terlibat dalam produksinya.

Pengalaman Baru Lewat Medium Musikal

2
Musikal Home Sweet Loan akan menghidupkan kembali perjalanan emosional Kaluna melalui harmoni akting, lagu, koreografi, dan visual panggung.

Meski mengangkat cerita yang sama, tim kreatif menegaskan bahwa pertunjukan ini bukan sekadar memindahkan novel atau film ke atas panggung. Musikal dipilih karena mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui perpaduan akting, musik, koreografi, dan pertunjukan yang dimainkan secara langsung.

Advertisement

“Bagi saya, tantangan terbesar dalam mengadaptasi kisah ini ke panggung musikal adalah memastikan setiap elemen di atas panggung berbicara dengan bahasa yang sama. Akting, musik, koreografi, hingga tata artistik tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama membawa penonton masuk ke perjalanan batin Kaluna,” ujar sutradara Dinda Lisa Reideka.

Hal serupa juga disampaikan oleh tim penulis naskah. Widya Arifianti dan Yemima Krisantina mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya memindahkan cerita yang sudah dikenal, tetapi berusaha menangkap esensi yang ingin disampaikan melalui perjalanan Kaluna. “Tokoh utama kita mencari rumah dalam bentuk bangunan, tetapi sebenarnya yang sangat ia butuhkan adalah home itu sendiri.”

Bagi mereka, pemaknaan tersebut menjadi fondasi utama dalam proses adaptasi sehingga setiap dialog, lagu, hingga koreografi tetap melayani cerita, bukan sekadar menjadi pelengkap pertunjukan.

Kisah yang Terus Menemukan Penontonnya

Menurut Almira Bastari, kekuatan Home Sweet Loan terletak pada kedekatan ceritanya dengan kehidupan banyak orang. Berangkat dari pengalaman pribadi saat berusaha membeli rumah, kisah Kaluna berkembang menjadi potret generasi muda yang memikul tanggung jawab keluarga sekaligus memperjuangkan mimpinya sendiri.

“Semakin karya ini diterjemahkan menjadi film, lalu masuk ke musikal, akan menemukan lebih banyak lagi orang yang merasa, ‘Saya itu Kaluna,'” ujar Almira. Ia berharap adaptasi musikal ini dapat menghadirkan pengalaman yang lebih hangat dan intim bagi penonton.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh salah satu pemeran Kaluna, Kalya Islamadina. Menurutnya, Kaluna bukan hanya tentang seseorang yang sedang mengejar rumah, tetapi juga sosok yang berusaha memperjuangkan hidupnya tanpa melupakan orang-orang yang dicintainya.

“Semua orang punya sisi Kaluna-nya masing-masing.”  tambahnya 

Lima Lagu Baru Karya Idgitaf 

3
Ditulis melalui proses workshop bersama tim kreatif, lima lagu original karya Idgitaf menjadi perpanjangan emosi para karakter sekaligus memperkaya perjalanan Kaluna di sepanjang film.

Salah satu pembaruan terbesar dalam adaptasi ini adalah kehadiran lima lagu original karya Idgitaf, yakni Beli Sekarang, Jakarta Riuh, Satu Nafas Lagi, Amarah Seperti Apa, dan Zona Aman. Berbeda dari lagu musikal yang sering kali menggunakan banyak metafora, Idgitaf memilih pendekatan lirik yang lugas agar emosi setiap karakter dapat tersampaikan secara jujur kepada penonton.

Menurutnya, proses penulisan lagu dilakukan melalui workshop bersama tim kreatif agar setiap lagu benar-benar menjadi bagian dari cerita, bukan sekadar mengiringi adegan. Dengan begitu, perjalanan emosional Kaluna dapat dirasakan lebih dekat oleh penonton melalui medium musik.

Home Sweet Loan The Musical akan dipentaskan mulai 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket pertunjukan telah tersedia melalui loket.com/homesweetloanthemusical, sementara informasi terbaru mengenai pertunjukan dapat diikuti melalui akun Instagram @homesweetloanthemusical.

Teks: Lunetta Maliha Hakim
Editor: Mardyana Ulva

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
1830 Tulisan

1830: Mengenang Kembali Jawa dalam Untaian Sandang dan Kisah

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.