Meninjau Celia, Gerbong Kereta Belmond Rancangan Baz Luhrmann dan Catherine Martin

Proses pembuatan gerbong restoran ini didokumentasikan dalam film pendek "Creative Act", yang dapat ditonton dalam artikel berikut.
Panorama interior gerbong Celia dalam British Pullman, A Belmond Train, England rancangan Baz Luhrmann dan Catherine Martin.
Panorama interior gerbong Celia dalam British Pullman, A Belmond Train, England rancangan sutradara Baz Luhrmann dan perancang kostum Catherine Martin.

Ketika sinema, mode, dan pelesir berpadu. British Pullman, A Belmond Train, England baru saja melansir sebuah gerbong istimewa. Celia adalah gerbong restorasi dan jamuan dalam jurusan terbaru jenama Belmond di Britania Raya ini. Menariknya, gerbong ini dirancang oleh dua powerhouse dalam dunia perfilman dan mode: sutradara Baz Luhrmann dan kolaboratornya, perancang kostum Catherine Martin.

Dua seniman jenius

pul-celia-baz-catherine01

Siapa yang tidak kenal Baz Luhrmann? Sutradara ini terkenal akan film-film dengan estetika bergaya. Romeo + Juliet (1996) dengan Leonardo DiCaprio dan Claire Danes yang romantis, Moulin Rouge! (2001) yang dibintangi Nicole Kidman, hingga The Great Gatsby (2013) berbalut kostum Prada yang membawa demam Roaring Twenties. Semuanya menghadirkan mode yang menyetir arah tren budaya pop.

Otak di balik busana-busana ini tentu adalah Catherine Martin, perancang kostum yang menjadi kolaborator lama sang sineas. Seniman kostum perfilman ini bukan nama asing dalam dunia mode. Untuk The Great Gatsby, misalnya, Catherine Martin bekerja sama dengan Miuccia Prada dan Tiffany & Co. dalam menciptakan glamorama 1920-an. Karyanya dalam Moulin Rouge! dan The Great Gatsby membuat puan Australia ini memboyong Academy Award untuk Tata Busana Terbaik.

Advertisement

Kolaborasi ikonis baru, dari layar perak ke kereta mewah

Menarik bahwa dua visioner ini berkolaborasi, kali ini bukan dalam film, melainkan untuk merancang pelesir mewah. Celia, gerbong restoran dan jamuan dalam kereta mewah British Pullman, A Belmond Train, England, kini mendapatkan sentuhan bergaya dari kedua powerhouse kreatif ini. Gerbong restorasi untuk andrawina di siang hari, Celia dapat disulap menjadi gerbong privat untuk jamuan dan pesta.

“Saya pecinta berat perjalanan dengan kereta,” tutur Baz Luhrmann penuh renjana. “Perjalanan lambat menjadi katarsis saya untuk rilis setelah membaktikan diri dalam produksi film.”

Untuk merancang Celia, Baz Luhrmann dan Catherine Martin menziarahi sejarah British Pullman yang penuh gaya. Kereta ini menyemarakkan skena sosial Inggris yang penuh dengan skandal dan drama. Sensasi inilah yang lantas diterjemahkan dalam bahasa interior.

Salah satu inspirasi utama keduanya adalah drama Shakespeare, A Midsummer Night’s Dream. Bukan saja karena jenaka kisah ini, melainkan karena teatrikalitas dan fantasinya. Imaji-imaji ini lantas dirangkum dalam sosok fiktif bernama Celia, seorang primadona West End. Mereka membayangkan Celia mendapatkan kado magis dari kekasihnya, industrialis John Alden: gerbong British Pullman ini.

Interior Celia dirancang seperti sebuah set teater. Marquetry, kriya mosaik dari kayu, karya Dunn Sisters, menghiasi dinding gerbong dengan mural figuratif penuh gadis-gadis flapper. Bunga-bunga liar segar menghiasi gerbong ini. Yang menarik, Baz dan Catherine bahkan menciptakan prop teater untuk menghidupkan semesta kisah mereka. Salah satunya adalah surat-surat cinta John Alden untuk Celia di sudut gerbong ini. Sebuah masterclass jenaka dalam worldbuilding.

“Pengalaman dengan British Pullman adalah pengalaman yang sangat Inggris,” jelas Catherine Martin, menjelaskan visi mereka. “Kami menilik kembali etos Belmond untuk merancang sebuah warisan modern.”

Creative Act: Mendalami cara seniman berpikir

Kerangka berpikir dan garis rancang Baz Luhrmann dan Catherine Martin didokumentasikan dalam film dokumenter pendek Creative Act, salah satu dari rangkaian film yang diproduseri Belmond bekerja sama dengan otak-otak kreatif dunia.

Dalam seri ini, kita diajak menyaksikan proses belakang layar dari proyek pelesir mewah pertama Baz Luhrmann dan Catherine Martin. Audiens akan mendalami visi kreatif di balik Celia, detail rancangan, inspirasi artistik, dan narasi yang menghidupkan gerbong ini dari mimpi ke realitas. Tiap lapis interior dikupas tuntas dalam kriya dan rancang yang menghias gerbong ini.

Lewat pemikiran Baz Luhrmann dan Catherine Martin di balik gerbong Celia, kita akan memahami cara jenius bekerja; bahwa seniman akan selalu menuangkan imaji dan estetika mereka dalam setiap medium dan ruang.

Previous Post
GONG YOO FAN MEETING

Satu Langkah Lagi Bertemu Gong Yoo: Panduan Lengkap Tiket Fan Meeting The Long Take

Next Post

Kisah di Balik Busana Pernikahan BRAy. Y.M. Tunku Aishah Johara binti Tunku Abu Bakar dan Muhammad Idris Ismail Yahya

Advertisement
Sign in