
Kalau girl math bisa membuat harga sebuah tas terasa lebih masuk akal karena “cost per wear”-nya rendah, bagaimana kalau logika yang sama kita gunakan untuk melihat investasi? Bukan untuk mencari alasan membeli sesuatu, tetapi untuk memahami bagaimana keputusan kecil hari ini dapat punya arti bagi kehidupan beberapa tahun ke depan.
Tentu punya traveling plan yang berbeda-beda, wishlist yang terus bertambah, atau agenda cafe hopping di akhir pekan. Menikmati hasil kerja tentu punya tempatnya sendiri. Namun, ketika berbicara tentang investasi, pertanyaan yang menarik bukan lagi apakah kita boleh menikmati hari ini, melainkan apakah kita juga sudah menyisihkan sesuatu untuk masa depan.
Menurut Myura Blessya Vevanya, Investment Specialist Sucor Asset Management, investasi tidak perlu menunggu kondisi finansial yang sempurna. Ia menjelaskan, “Lebih baik menyisihkan daripada menyisakan ketika berbicara tentang investasi.”
Dari sini, konsistensi menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan finansial, termasuk melalui reksa dana yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan masing-masing.
Sisihkan di Awal

Ada banyak alasan untuk menunda investasi. Menunggu penghasilan meningkat, kebutuhan berkurang, atau kondisi finansial terasa lebih ideal sering kali terdengar masuk akal. Namun, menurut Myura, justru kebiasaan menyisihkan dana sejak awal yang perlu dibangun.
“Kalau harus menunggu penghasilan naik, kebutuhan berkurang, atau kondisi finansial terasa sempurna, kita mungkin akan terus menunggu. Ketika berbicara tentang investasi, lebih baik menyisihkan di awal daripada menyisakan di akhir,” ujarnya.
Investasi pun tidak harus ditempatkan sebagai sesuatu yang mengganggu kesenangan atau kebutuhan hari ini. Menurut Myura, investasi dapat berjalan berdampingan dengan berbagai tujuan finansial yang sedang dibangun. Kuncinya adalah mengetahui kemampuan finansial dan membuat alokasi yang realistis.
Utamakan Konsistensi, Bukan Nominal

Daripada menunggu uang tersisa di akhir bulan, investasi dapat ditempatkan sebagai bagian dari alokasi rutin. Langkahnya dapat dimulai dengan mengenali cash flow, menentukan target, lalu menyisihkan sebagian pendapatan secara konsisten.
“Hal terpenting dalam memulai adalah konsistensi dibandingkan kesempurnaan momentum,” kata Myura. Semakin awal investasi dimulai, semakin panjang waktu yang tersedia bagi dana untuk berkembang melalui compounding growth. Karena itu, menunda investasi juga berarti kehilangan waktu, sementara waktu merupakan salah satu elemen penting dalam perjalanan investasi.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu menyisihkan sejumlah dana secara rutin tanpa harus menunggu waktu pasar yang dianggap paling tepat. Dengan cara ini, investasi dapat menjadi kebiasaan yang berjalan bersama pengeluaran dan tujuan finansial lainnya.
Menyesuaikan Investasi dengan Kehidupan

Perjalanan finansial perempuan juga memiliki banyak fase dengan prioritas yang terus berubah. Kebutuhan bulanan, membangun karier, melanjutkan pendidikan, program kehamilan, berumah tangga, hingga mempersiapkan masa depan dapat membawa kebutuhan finansial yang berbeda pada setiap tahap.
Karena itu, strategi investasi perlu cukup fleksibel untuk mengikuti kehidupan yang terus bergerak. “Investasi tidak bisa disamakan posisinya dengan pengeluaran prioritas sehari-hari, tapi perannya justru adalah mengiringi tujuan finansial itu sendiri, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” jelas Myura.
Untuk tujuan jangka menengah dan panjang, reksa dana dapat menjadi salah satu instrumen yang dipelajari sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Pilihannya pun semakin terjangkau. “Saat ini juga sudah banyak opsi investasi yang cukup terjangkau, misalnya reksa dana yang dimulai dari Rp10 ribu per unit,” ujarnya.
***
Bisa jadi inilah versi girl math yang bisa kita bawa sedikit lebih jauh. Setelah menghitung cost per wear, cost per use, atau seberapa worth it sebuah pengalaman, kita juga dapat mulai menghitung apa yang ingin kita siapkan untuk versi diri kita di masa depan.
“Kondisi finansial yang ideal adalah tujuan yang justru dibantu tercapai lewat investasi itu sendiri, bukan syarat sebelum memulainya,” tutur Myura. Jadi, tidak perlu menunggu penghasilan besar atau momentum yang sempurna. Mulai dari yang mampu disisihkan hari ini, lalu biarkan konsistensi dan waktu ikut bekerja untuk kehidupan yang ingin kita bangun.