Putri Marino: Menemukan Sosok Pertiwi dalam Buku Perempuan di Titik Nol
Marimekko Berlabuh di Indonesia, Membawa Seni Warna dan Motif dari Finlandia

Marimekko Berlabuh di Indonesia, Membawa Seni Warna dan Motif dari Finlandia

Setelah lebih dari tujuh dekade berkembang di Finlandia, Marimekko memperluas kehadirannya ke Indonesia dengan membawa identitas desain melalui warna, motif, dan filosofi yang terus relevan lintas generasi
22

Marimekko akhirnya hadir di Indonesia. Lebih dari sekadar brand mode, nama asal Finlandia ini telah berkembang menjadi lifestyle design house dengan koleksi ready-to-wear, tas, aksesori, hingga home décor. Selama lebih dari 75 tahun, identitas tersebut dibangun melalui keberanian bermain warna, bentuk, dan the art of printmaking.

Bagi Tiina Alahuhta-Kasko, President & CEO Marimekko, kehadiran di Indonesia terasa seperti sebuah pertemuan yang alami. Tradisi tekstil dan kekayaan visual yang berkembang di Indonesia memiliki keterhubungan dengan nilai desain yang selama ini menjadi bagian dari Marimekko.

“Ya, kami melihat hubungan yang sangat alami antara Marimekko dan Indonesia. Tradisi dalam tekstil, warna, dan motif memang menjadi penghubung di antara kami. Karena itu, kami sangat senang akhirnya dapat membawa Marimekko sebagai lifestyle brand ke Indonesia,” ujar Tiina.

Advertisement

Marimekko dan Identitas Desain yang Bertahan

23

Sejak didirikan pada 1951, Marimekko dikenal melalui pendekatan desain yang berani sekaligus mudah dikenali. Salah satu fondasi terpentingnya adalah seni cetak yang kemudian melahirkan beragam pola pada pakaian, aksesori, hingga produk untuk rumah.

“Identitas kami selalu dibangun melalui seni cetak, dengan motif yang sangat berani dan penuh warna,” jelas Tiina.

Namun, mempertahankan identitas selama lebih dari tujuh dekade bukan berarti terus mengulang hal yang sama. Bagi Marimekko, salah satu kunci untuk tetap relevan adalah timelessness.

“Karakter penting lain dalam filosofi desain Marimekko adalah timelessness. Kami ingin produk kami membawa kebahagiaan kepada pelanggan dalam waktu yang lama,” tutur Tiina.

Menurut Tiina, relevansi tersebut berangkat dari pemahaman yang mendalam terhadap DNA Marimekko. Tim kreatif memiliki peran penting untuk menerjemahkan fondasi tersebut ke dalam bentuk yang tetap setia pada filosofi awal, sekaligus terasa sesuai dengan kehidupan masa kini.

Lebih dari Sekadar Unikko

24

Membicarakan Marimekko tentu tidak dapat dilepaskan dari Unikko, motif bunga karya Maija Isola yang diperkenalkan pada 1964. Meski menjadi salah satu elemen visual yang paling dikenal, dunia desain Marimekko tidak berhenti pada satu pola.

Dalam arsipnya, Marimekko menyimpan lebih dari 3.500 patterns dengan karakter yang beragam, mulai dari floral hingga bentuk arsitektural dan grafis.

“Untungnya, kami memiliki begitu banyak pola dalam koleksi. Dengan lebih dari 3.500 pola dalam arsip, selalu ada kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik yang floral, lebih arsitektural, maupun grafis,” jelas Rebekka Bay, Chief Creative Officer sekaligus Creative Director Marimekko.

Warna juga menjadi bagian penting dari bahasa visual tersebut. Pilihan warna yang khas memberikan karakter berbeda pada setiap desain, membuat elemen yang telah dikenal dapat terus dibaca dengan cara baru.

Marimekko, Relevan Lintas Generasi

26

Bagi Rebekka, salah satu hal yang membuat Marimekko dapat bertahan lintas generasi justru terletak pada hubungan personal yang terbentuk melalui produknya.

“Saya rasa hal yang unik dari Marimekko adalah bagaimana kami dapat tetap relevan lintas generasi. Gaun kami dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dari ibu atau nenek kepada anak perempuan mereka.”

Gagasan mengenai umur panjang tersebut sejalan dengan visi yang menjadi dasar Marimekko dalam menciptakan desain.

“Bagi Marimekko, visi kami selalu dan akan selalu membawa kebahagiaan dalam keseharian setiap orang,” ujar Rebekka.

Dengan demikian, pakaian tidak hanya dilihat sebagai sesuatu yang dikenakan pada satu musim. Ia dapat menjadi bagian dari keseharian, berpindah tangan, dan memperoleh cerita baru dari pemakainya.

Inspirasi Marimekko Datang dari Mana Saja

25

Meski berakar di Finlandia, proses kreatif Marimekko tidak terbatas pada satu wilayah. Setiap musim dimulai dari gagasan besar yang kemudian menjadi dasar eksplorasi selama satu tahun.

“Setiap musim, kami memulai dengan sebuah inspirasi yang lebih besar. Inspirasi itu bukan hanya untuk satu musim, tetapi untuk sepanjang tahun. Bentuknya bisa sangat luas, mulai dari tema artistik, seniman, karya, tempat, hingga arsitek,” jelas Rebekka.

Ia menambahkan bahwa sumber inspirasi dapat berasal dari berbagai penjuru dunia.

“Dalam mencari inspirasi, kami melihat seluruh dunia, bukan hanya Finlandia sebagai tempat kami tinggal. Tidak ada inspirasi yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi Marimekko.”

Salah satu contohnya adalah ketertarikan pada woodblock printing, yang dapat membawa tim kreatif untuk mengeksplorasi praktik serupa di berbagai budaya, termasuk batik dan kerajinan Indonesia.

“Bisa saja kami melihat sebuah teknik tertentu, misalnya woodblock printing, lalu dari sana kami juga melihat batik dan kerajinan Indonesia. Atau kami bisa melihat seorang seniman dan metode yang digunakannya. Tidak ada aturan mengenai jenis inspirasi yang dapat kami gunakan di Marimekko.”

Kini, kehadiran Marimekko di Indonesia membuka kemungkinan baru bagi hubungan tersebut. Dengan arsip desain yang luas, permainan warna, serta pendekatan kreatif yang terus berkembang, Marimekko membawa warisan Finlandia sekaligus memberi ruang bagi interpretasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat di sini.

Previous Post
Empat Musim Pertiwi – Putri Marino – DEWI (2)

Putri Marino: Menemukan Sosok Pertiwi dalam Buku Perempuan di Titik Nol

Advertisement
Sign in