Olivier Polge Meracik Babak Baru Coco Mademoiselle

Byredo (4)

Dalam wawancara eksklusif bersama DEWI di Paris, Olivier Polge mengungkap bagaimana permainan kontras menjadi titik awal lahirnya COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU, interpretasi terbaru dari salah satu parfum paling ikonis milik CHANEL.

Selama lebih dari dua dekade, COCO MADEMOISELLE telah menjadi salah satu wewangian yang paling dikenali dalam dunia parfum modern. Diperkenalkan pada tahun 2001 oleh Jacques Polge, parfum ini menghadirkan interpretasi baru atas semangat Gabrielle “Coco” Chanel melalui karakter yang segar, elegan, dan penuh energi. Seiring waktu, COCO MADEMOISELLE berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam portofolio parfum CHANEL, sekaligus menjadi aroma yang melekat bagi banyak perempuan lintas generasi.

Tahun ini, saat lini tersebut memasuki usia 25 tahun, CHANEL memperkenalkan COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU, sebuah kreasi yang mengeksplorasi sisi yang lebih intens dan sensual dari identitas Coco Mademoiselle. Dalam perbincangan eksklusif bersama DEWI di Paris, Olivier Polge, Perfumer Creator CHANEL, menjelaskan bahwa penciptaan Crush Absolu berangkat dari keinginan untuk kembali melihat fondasi olfaktori yang selama ini menjadi bagian dari keluarga Coco.

Advertisement

PA2020_10_0001_CMYK_JPEG HAUTE DEFINITION (2)

Menurut Olivier, karakter amber telah lama menjadi salah satu benang merah dalam berbagai kreasi parfum House tersebut. Ia merujuk pada Coco yang diperkenalkan pada era 1980-an dengan nuansa amber dan rempah yang kaya, kemudian berkembang menjadi Coco Mademoiselle yang menawarkan pendekatan lebih woody dan modern tanpa kehilangan kedalaman yang menjadi ciri khasnya. Dari titik itulah COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU mulai terbentuk.

Alih-alih menciptakan sesuatu yang sepenuhnya berbeda, Olivier memilih memperkuat karakter tertentu yang telah menjadi bagian dari identitas Coco Mademoiselle. Salah satu aspek yang paling menarik baginya adalah hubungan antara kesegaran buah dan kehangatan amber. “Saya selalu menyukai kontras antara aroma buah dan amber. Ada sesuatu yang sangat menarik dari pertemuan keduanya,” katanya.

Perbedaan tersebut menjadi fondasi utama dalam komposisi Crush Absolu. Di lapisan awal, grapefruit dan leci menghadirkan kesan yang cerah, segar, dan spontan. Keduanya kemudian berkembang menuju lapisan floral yang dibangun oleh mawar dan melati, sebelum akhirnya mengarah pada basis woody amber yang lebih dalam.

Di sinilah patchouli, vetiver, dan vanilla memainkan peran penting. Kehadiran vanila terasa lebih menonjol dibandingkan interpretasi Coco Mademoiselle sebelumnya, menghadirkan kehangatan yang kaya sekaligus sensual. Dipadukan dengan kedalaman patchouli dan karakter earthy vetiver, ketiganya menciptakan jejak yang bertahan lama di kulit tanpa kehilangan kesan modern yang menjadi ciri khas Coco Mademoiselle.

“Yang saya sukai dari parfum ini adalah dualitasnya. Top notes yang sangat fruity menciptakan kontras dengan base notes yang lebih dalam dan sensual,” jelas Olivier.

Byredo (5)

Konsep dualitas memang terasa kuat dalam keseluruhan perjalanan aroma ini. Kesegaran dan kehangatan hadir berdampingan, menciptakan pengalaman yang terus berkembang seiring waktu. Pada saat yang sama, dualitas tersebut menjadi cara Olivier memperluas bahasa olfaktori Coco Mademoiselle tanpa menghilangkan karakter yang telah dikenal dan dicintai selama bertahun-tahun.

Menciptakan interpretasi baru untuk sebuah parfum ikonis tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Setelah lebih dari dua dekade menjadi salah satu aroma paling sukses dalam portofolio CHANEL, Coco Mademoiselle telah memiliki identitas yang sangat kuat dan basis penggemar yang loyal di seluruh dunia. Namun bagi Olivier, warisan tersebut justru menjadi sumber inspirasi.

“Jauh lebih menarik bekerja dengan sesuatu yang sudah memiliki karakter yang kuat. Anda harus menemukan cara untuk menciptakan sesuatu yang memiliki intensitas dan identitas yang sama kuatnya,” ujarnya.

Pendekatan tersebut terlihat jelas dalam Crush Absolu. Parfum ini tidak berusaha mengubah arah Coco Mademoiselle secara drastis. Sebaliknya, ia memperdalam karakter yang telah menjadi bagian dari identitasnya selama bertahun-tahun dan menawarkan perspektif baru yang terasa relevan dengan masa kini.

Di tengah berkembangnya industri parfum global, Olivier juga melihat perubahan menarik dalam cara orang memandang wewangian. Menurutnya, parfum kini semakin menjadi bentuk ekspresi diri yang personal. Orang tidak lagi memilih aroma semata karena tren, melainkan karena adanya hubungan emosional yang mereka rasakan terhadap sebuah komposisi.

“Saya senang melihat bagaimana ketertarikan terhadap parfum terus tumbuh. Orang-orang mencari aroma yang terasa personal dan memiliki hubungan dengan diri mereka sendiri,” ujarnya.

Pandangan tersebut terasa sejalan dengan semangat yang dibawa COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU. Melalui komposisi intense amber yang memadukan grapefruit, lychee, rose, jasmine, patchouli, vanilla, dan vetiver, parfum ini menawarkan interpretasi baru atas karakter Coco Mademoiselle yang telah dikenal selama seperempat abad.

Tetap menyimpan energi, kebebasan, dan rasa percaya diri yang menjadi ciri khasnya, Crush Absolu menghadirkan kedalaman yang lebih terasa serta jejak yang lebih intens. Sebuah evolusi yang menunjukkan bagaimana sebuah ikon dapat terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas yang membuatnya begitu dikenali.

Previous Post
NIHI Sumba, salah satu hotel Indonesia yang masuk ke dalam daftar World’s 50 Best. Foto: Dok. NIHI Sumba/PETRIE PR.

Tiga Hotel Indonesia Terpilih Dalam Daftar World's 50 Best Hotels

Next Post
DEWI Website Terbaru 1

Kepingan Kenangan yang Lahir Kembali, BIYAN & GAYA CERAMIC dalam PORCELAIN COUTURE

Advertisement
Sign in