Memadukan Rasa dan Suara di Tamba by Junsei

Dari teh Jepang hingga koktail berbasis fermentasi, Tamba by Junsei merangkai rasa dan suara dalam suasana yang berubah mengikuti waktu.
Tamba by Junsei

Sebuah bar tidak selalu mengandalkan minuman yang familiar untuk menarik perhatian. Tamba by Junsei memilih pendekatan berbeda melalui Volume 01, program koktail yang dikembangkan Kepala Bartender Dedi Mulyadi dengan fermentasi, pengawetan, dan umami sebagai dasar rasa. Program ini menjadi bagian dari identitas Tamba ketika ruang tersebut beralih dari tea room pada siang hari menjadi vinyl listening bar selepas pukul 17.00.

Tamba dibuka pada 15 Juli 2026 di Jl. Danau Tamblingan No. 49, Sanur, Bali, tepat di sebelah Junsei. Konsep ini merupakan gagasan Executive Chef Aman Lakhiani dan menjadi tea room serta vinyl listening bar khusus pertama di Bali. Pada malam hari, perhatian beralih pada koktail dan musik melalui ruang yang hanya memiliki 10 kursi.

Teh Membuka Hari di Tamba

Tamba Tea Room 1
Screenshot

Sebelum koktail mengambil alih, Tamba beroperasi sebagai ruang teh Jepang mulai pukul 10.00. Menu tehnya memperkenalkan berbagai karakter teh berdasarkan cara penyajian, termasuk penggunaan air, susu, dan es. Tim Tamba juga menjelaskan asal teh, profil rasa, temperatur air, serta teknik pengocokan yang dapat memengaruhi tekstur, rasa manis, dan umami.

Advertisement

Pilihan tersebut mencakup Okumidori hasil panen pertama dari Wazuka, Kyoto, yang disajikan sebagai usucha, serta matcha dari Shizuoka dan Kagoshima dalam versi latte dan dingin. Hōjicha menawarkan karakter berasap dengan nuansa kakao, sedangkan Genmaicha memberikan rasa hangat dan gurih. Tamba juga menggunakan madu Indonesia mentah dan tidak dipasteurisasi dari peternakan lebah single-origin di Jawa pada pilihan minuman tertentu.

Mango mochi serta Tart Lemon dan Earl Grey melengkapi sajian teh. Camilan tersebut menjadi bagian dari konsep siang Tamba yang dibuat untuk dinikmati secara perlahan, baik untuk berbincang maupun menghabiskan waktu dalam suasana yang lebih tenang.

Tiga Koktail dalam Volume 01

Cocktails – Quiet Path (1)
Quite Path
Cocktails – Burnt Rice
Burnt Rice
Cocktails – Ruby Bitter
Ruby Bitter

Ketika memasuki malam, Tamba memperkenalkan Volume 01 sebagai rangkaian koktail dengan alur rasa yang bergerak dari ringan dan jernih menuju karakter yang lebih dalam. Pendekatan ini menempatkan rasa sebagai fokus utama, dengan fermentasi, preservation, dan umami yang muncul melalui bahan maupun teknik pengolahannya.

Fermentasi, pengawetan, dan umami benang merah dalam program koktail Tamba. Pada Quiet Path, koji memberikan sentuhan gurih yang menjadi bagian dari karakter minuman. Umetini mendapatkan kedalaman rasa dari kombu vermouth, sementara Burnt Rice memadukan roasted rice syrup dan brown butter foam untuk menghasilkan pengalaman rasa yang lebih kompleks dan tidak terduga.

Koktail Menemani Putaran Vinyl

Tamba by Junsei (1)

Tamba merancang ruang malamnya agar musik dan percakapan tetap memiliki tempat yang sama. Sistem suara khusus menghasilkan karakter bunyi yang hangat, sementara membran PVC bertingkat di bagian atas membantu membentuk akustik ruang. Dengan pendekatan tersebut, musik dapat terdengar jelas tanpa membuat percakapan di sekitarnya hilang.

Bar di tengah ruang juga berfungsi sebagai vinyl deck, sehingga aktivitas meracik minuman dan memainkan piringan hitam berlangsung dalam satu titik. Koleksi vinyl yang memenuhi dinding dan penggunaan kayu gelap kemudian melengkapi suasana ruang yang dibuat intim, berangkat dari kecintaan Chef Aman terhadap vinyl dan gagasannya mengenai “vintage soul with modern precision.”

Yang membedakan Tamba bukan hanya peralihannya dari ruang teh menjadi bar. Identitasnya terlihat dari cara setiap elemennya dibangun dengan pendekatan yang serupa. Teh mendapatkan perhatian melalui teknik penyajian, sedangkan koktail mengeksplorasi fermentasi dan umami. Musik kemudian melengkapi keduanya sebagai bagian dari pengalaman, bukan sekadar latar.

Teks: Cut Rashya Zebina L.S

Editor: Akib Aryo Utomo

Previous Post

Peta Keramahtamahan NIHI Rote & Hospitality Academy

Advertisement
Sign in