
Indonesia menjadi tuan rumah peluncuran petanding baru dunia spirit. Loca Loka Tequila, racikan spirit Meksiko oleh acaraki India, diluncurkan di Origen, Bali, pada 11 Mei 2026 lalu. Jenama tequila ini menggabungkan racikan terbaik benua Amerika dengan cita rasa benua Asia; dan kini hadir di Indonesia.
Racikan terbaik Meksiko dalam jenius budaya India
Sesuai perpaduan tradisi yang diangkat, Loca Loka Tequila berasal dari Bahasa Spanyol “loca” yang berarti “gila” dan Bahasa Sansekerta “loka” yang berarti semesta.




Jenama spirit ini dibesut oleh nama-nama besar dalam dunia seni anak benua India: Rana Daggubati, aktor Bollywood dengan pesona memikat dari Hindi ke Tamil; Anirudh Ravichander, musisi populer peraih berbagai penghargaan; dan Sree Harsha Vadlamundi, otak strategis di balik jenama ini.
Dua sulingan peraih penghargaan, kini di Indonesia

Di Indonesia, Loca Loka memperkenalkan dua cita rasa yang telah meraih berbagai penghargaan: Loca Loka Blanco dan Loca Loka Reposado.
Loca Loka diracik dari agave atau tanaman lidah naga di Jalisco, Mexico, oleh penyuling generasi ketiga Willy Bañuelos Ramírez. Seluruhnya diracik secara alamiah dan berkelanjutan tanpa bahan aditif dan pewarna buatan.
“Tequila terbaik harus memiliki rasa persis seperti asalnya,” jelas Willy. “Dalam Loca Loka, hal ini berarti diproses dengan sabar: merawat agave hingga matang dalam 6-8 tahun, panggang dengan lambat di tungku bata, fermentasi alami, dan pematangan dengan kayu ek; tanpa proses instan yang mengompromikan rasa.”
Blanco dan Reposado: emas putih tequila Meksiko




Taruhlah Loca Loka Blanco: tequila ini memiliki kadar alkohol (ABV) 40% dan dibuat dari 100% agave blue weber dari Los Altos, Jalisco, Meksiko. Spirit ini berwarna jernih seperti kristal dengan aroma intens agave matang yang tajam. Cita rasa buah yang bulat seperti jeruk dan pir, diimbangi dengan notasi bumi, bunga, dan rempah seperti serai, lada putih, dan daun mint segar. Blanco memiliki tekstur halus dengan body sedang, dengan aftertaste lembut nan panjang.
Berbeda dari Blanco, Loka Loka Reposado memiliki warna emas pucat. Tequila ini 40% dibuat dari 100% blue weber agave Jalisco yang dimatangkan dalam barel kayu oak Prancis dan Amerika selama 4–6 bulan. Mncerminkan perpaduan karakter agave dataran tinggi dengan sentuhan pematangan oak yang lembut, Reposade harum oleh bukaan aroma madu, vanila, buah kering, dan rempah halus. Di lidah, rasa manis alami agave berpadu dengan karamel, kayu bakar, lada putih, kapulaga, cengkeh, serta sentuhan sitrus dan kakao. Teksturnya mirip Blanco, dengan sentuhan yang lebih velvety.


Racikan artisanal ini telah menyabet pujian dari kritik dalam 2025 San Francisco World Spirits Competition, New York International Spirits Competition, WSWA Wine & Spirits Tasting Competition. Yang paling baru, 2026 London Spirits Competition menganugerahkan dua titel: Gold untuk Reposado dan Silver untuk Blanco.
Semangat perayaan Loca Loka, dalam jiwa Indonesia

Peluncuran di Indonesia ini mengikuti keberhasilan peluncuran serupa di Amerika Serikat, Singapura, Filipina, dan India. Jenama ini baru saja sukses mendapatkan pendanaan Series A dari sebuah perusahaan keluarga Singapura sebesar USD $12.5 juta. Indonesia membuka babak baru dalam kampanye yang akan berlanjut ke Inggris, Dubai, Australia, dan Eropa selama 2026.
Indonesia dipilih memperhatikan perpaduan tradisi dan modernitas yang kuat. Indonesia memiliki industri pariwisata yang berkembang pesat, dengan pertumbuhan double-digit dalam segmen koktail dan spirit. Meskipun demikian, Indonesia memiliki latar belakang budaya yang kokoh; hal ini sesuai dengan apresiasi Loca Loka terhadap tradisi dan kekeluargaan.




“Loca Loka populer di tempat budaya bertemu perayaan. Ini menggambarkan Indonesia dalam berbagai cara,” jelas Rana Daggubati, Co-Founder Loca Loka. “Tequila mengumpulkan orang-orang dalam kebersamaan; Indonesia memahami semangat ini secara naluriah.”
Hadir dalam peluncuran, Rajiv Ghumman, Global Business Head Loca Loka, mengamini pernyataan ini. “Kami tidak mencari distribusi massal ke seluruh dunia. Kami membangun rekanan berdasarkan nilai kami… Bartender dan hotelier di Jakarta dan Bali memahami hal ini dengan baik.”