
Setelah enam tahun, Céline Dion kembali ke panggung Paris. Pada 12 September 2026, ia membuka rangkaian CÉLINE DION PARIS 2026-2027 di Plenitude Arena, Nanterre, dalam sebuah pertunjukan yang juga menjadi perayaan couture melalui lima rumah mode. Dari Dior hingga Alaïa, setiap pergantian busana membawa karakter dan referensi yang berbeda.
Dior dan Arsip “Poulenc”

Penampilan pertama dibuka dengan Dior Haute Couture rancangan Jonathan Anderson. Gaun hitam ini mengambil inspirasi dari “Poulenc”, rancangan Christian Dior tahun 1949 yang dikenal lewat teknik pleating dan lipatan menyerupai kipas. Anderson sebelumnya membawa kembali referensi tersebut dalam koleksi Dior Haute Couture Fall 2026, kemudian mengolahnya untuk panggung Céline melalui material dan konstruksi yang menonjolkan permainan lipit pada siluet panjang.
Schiaparelli Membawa Kembali Arsip Elsa Schiaparelli

Céline membawa sejarah couture ke arah yang berbeda lewat Schiaparelli Haute Couture. Rancangan Daniel Roseberry terinspirasi dari sebuah karya Elsa Schiaparelli dari akhir dekade 1930-an, yang sebelumnya juga menjadi referensi dalam koleksi Roseberry. Detail busana membawa karakter khas Schiaparelli yang teatrikal, sementara interpretasi baru Roseberry membuat referensi arsip tersebut terasa sesuai dengan panggung masa kini.
Tom Ford dalam Hitam Sensual

Suasana kemudian berubah lewat Tom Ford. Céline tampil dalam gaun khusus dengan permukaan berkilau yang menangkap cahaya setiap kali ia bergerak. Siluetnya yang mengikuti tubuh memberi kesan lebih sensual, sementara material berkilau membuat gaun tersebut memiliki kehadiran yang kuat di bawah pencahayaan panggung.
Givenchy dan Helaian Organza

Berikutnya, Céline beralih ke kelembutan warna dusty pink dalam Givenchy by Sarah Burton. Cape dari shredded organza dengan bordir dikenakan di atas dress cut-out berhias bordir, kemudian dipadukan dengan black pointy pumps. Helaian organza yang ringan memberi gerak pada cape, sementara bordir memperkaya permukaan busana tanpa menghilangkan bentuk dress yang tegas.
Alaïa Menutup Pertunjukan

Sebagai salah satu tampilan penutup, melalui Alaïa. Céline mengenakan molded leather bustier dengan garis leher melengkung, dipadukan dengan velvet-knit mermaid skirt yang melebar hingga membentuk train panjang. Bustier tersebut dibuat oleh Robert Mercier dengan inspirasi dari rancangan Azzedine Alaïa Fall 2002. Teknik pembentukan kulit memberikan struktur pada bagian atas, sementara rok mengikuti tubuh sebelum jatuh panjang ke lantai.

Dior, Schiaparelli, Tom Ford, Givenchy, dan Alaïa menghadirkan lima interpretasi berbeda untuk satu malam yang menandai kembalinya Céline Dion ke panggung. Ada arsip couture, permainan pleating, kristal, organza, hingga konstruksi kulit yang membentuk siluet tubuh.
Lebih dari sekadar pergantian kostum, rangkaian ini memperlihatkan bagaimana busana menjadi bagian dari bahasa panggung Céline Dion. Setiap look membawa karakter tersendiri, tetapi semuanya bertemu pada satu kesatuan.
Foto: Nicolas Gerardin
Stylist: Annie Horth & Patrick Vimbor