Busana Berkonsep Dinamis dan Futuristik dalam Show “Soul of Motion”
Jeffry Tan dan Yosafat Dwi Kurniawan menampilkan karyanya dalam show yang berjudul “Soul of Motion”, Kolaborasi Jakarta Fashion Week dengan Mazda
4 Nov 2022




Berkolaborasi dengan produsen otomotif asal Jepang, Mazda, dua fashion desainer ternama Tanah Air Jeffry Tan dan Yosafat Dwi Kurniawan menampilkan karyanya di panggung runway Jakarta Fashion Week 2023. Fashion show berjudul “Soul of Motion” yang menjadi ajang kolaborasi mereka itu menghadirkan interpretasi kedua desainer dalam bentuk pakaian dengan penggunaan warna, volume, potongan konstruktif, detail, dan tekstur kain dengan ciri khas masing-masing desainer. Mereka juga tetap mengimplementasikan warna, lekuk, fit, dan hasil akhir yang sesuai dengan filosofi desain Mazda, yaitu suatu objek yang dinamis antara koleksi itu sendiri dan pemakainya.

“Future” - Yosafat Dwi Kurniawan


Yosafat menghadirkan 18 set koleksi Spring/Summer 2023 dengan judul “Future”, terinspirasi dari imajinasi para pembuat film sci-fi tentang masa depan dan arsitektur bernuansa futuristik. Yosafat berandai-andai tentang masa depan, kemudian mengimplementasikan semua imajinasinya akan masa depan dalam bentuk pakaian, namun juga dibawa ke masa kini, yaitu sebagai pakaian siap pakai.

Salah satu film sci-fi tentang sebuah keadaan utopia maupun dystopia yang menjadi inspirasi awal Yosafat yaitu "Star Trek: Discovery", terlihat dari struktur dan konstruksi busana yang tegas. Sedangkan film seperti "Dune" dan "The Hunger Games" menginspirasi Yosafat untuk mengolah busana yang kaya akan detail dan pengerjaan tangan. 

Selain film sci-fi, Yosafat sebagai penggemar arsitektur dan kerap memasukkan garis-garis arsitektur pada karyanya juga terinspirasi dari karya arsitektur futuristik seperti yang diciptakan Zaha Hadid. Hal ini terlihat dari garis busana yang lebih melengkung dan bergelombang, menyerupai gaya arsitektur Zaha Hadid. Ini merupakan hal yang baru dari rancangan Yosafat yang sering kali menggunakan garis lurus.

Koleksi “Future” mencakup gaun dengan kerah leher rendah, gaun jumbai, peplum top, dan glitter blazer. Selain menampilkan warna perak sebagai fokus utama untuk mewakili Mazda, Yosafat juga menghadirkan palet warna hitam dan merah. Yosafat juga menggunakan bahan-bahan stretch seperti jersey dan dibuat mengkilap dengan glitter. Banyak siluet baru yang bermunculan dalam koleksinya kali ini, tentunya dengan teknik layering agar lebih memberikan efek futuristik. Tidak lupa, Yosafat juga melengkapi penampilan setiap model dengan hair clip warna perak yang menutup sebagian atau hampir seluruh kepala para model. 

Walaupun ingin memberikan kesan futuristik, Yosafat tidak melupakan sentuhan manusia dalam koleksinya. Selain beberapa koleksi masih dikerjakan dengan tangan, elemen hand beading juga ditambahkan untuk menekankan garis dan tekstur yang menarik dalam koleksi ini.  Ia ingin menghadirkan koleksi siap pakai yang unik namun tidak berkesan seperti kostum bagi penggunanya. Kolaborasi dengan Mazda kali ini juga sesuai dengan prinsip desain Yosafat yang mengedepankan desain yang dinamis dan nilai estetika yang tinggi, tanpa mengurangi fungsionalitas dan kenyamanan penggunanya, ungkap Yosafat dalam konferensi pers 27 Oktober 2022 yang lalu. 

“JAVVA” - Jeffry Tan


Sementara itu, Jefrry Tan memberi judul koleksi yang ditampilkan di JFW 2023 sebagai “JAVVA”. Terinspirasi dari warna-warni budaya Pulau Jawa, yakni tempat ia bertumbuh, Jeffry Tan justru memilih menggunakan siluet yang minimalis dan modern untuk menggambarkan inspirasinya tersebut. 

Menurut Jeffry, Mazda dan dunia fashion memiliki filosofi yang bersinergi. Konsep desain Mazda sama seperti di dunia fashion bertujuan untuk memberikan nilai desain yang dinamis, yang tidak mengandalkan desain komputer, namun lebih mengandalkan keterampilan para penjahit dalam fashion design ataupun pemahat (clay modeler) dalam desain otomotif yang mahir,” ungkap Jeffry Tan dalam 27 Oktober 2022.
 


Koleksinya “JAVVA” yang dihadirkan mencakup dress dengan detail cut-out, jumpsuit, pleated skirt atau kulot, dress ringan berbahan chiffon, serta alas kaki rajut yang dihasilkan dari kolaborasi Jeffry dengan ibu-ibu pengrajin di Kendal, Jawa Tengah. Uniknya, Jeffry juga menghadirkan sentuhan tradisional kebaya kutubaru namun juga dibawakan secara modern, tidak menggunakan bahan brukat, namun dengan bahan katun polos yang dipadukan dengan aksen metalik. 

Palet warna yang bermunculan dalam koleksi ini antara lain merah, putih, perak, dan kombinasi warna peach dan pink yang membuat koleksi ini semakin unik. Warna-warna ini bermunculan dalam berbagai macam bentuk busana, antara lain dalam warna kain celana yang dikenakan para model, obi, ataupun selendang sebagai pelengkap busana kebaya. Paes atau riasan Jawa di bagian kening para model yang bermunculan juga semakin memperkuat tema “JAVVA”  yang dibawa Jeffry.


CARRA NETHANIA
Editor: Mardyana Ulva

Foto: Jakarta Fashion Week

 

Author

DEWI INDONESIA