Pandora Essence Rayakan Semangat Musim Panas Lewat Koleksi Perhiasan yang Terinspirasi Alam

Terinspirasi dari hujan musim panas hingga lanskap pesisir, koleksi Pandora Essence menghadirkan perhiasan yang merefleksikan kebebasan, transformasi, dan ekspresi diri
pandora

Musim panas menjadi inspirasi Pandora dalam menghadirkan Pandora Essence, koleksi perhiasan terbaru yang menangkap keindahan hujan musim panas sebagai simbol perubahan dan perjalanan diri.

Desain Organik yang Terinspirasi Alam

pandora (3)

Terdiri dari 22 desain, Pandora Essence menghadirkan cincin signet bertekstur, bangle, hoop earrings, hingga pendant dengan bentuk yang terinspirasi dari tetesan air, bebatuan pesisir, serta aliran angin dan ombak.

Material yang Mudah Dipadupadankan

pandora (4)

Koleksi ini memadukan two-tone gold-plated dan sterling silver yang dirancang untuk dikenakan berlapis maupun dipadukan dengan koleksi perhiasan lainnya. Teknik flush setting membuat batu tampak menyatu dengan logam, menghadirkan tampilan yang halus menyerupai aliran air.

Advertisement

Nuansa Musim Panas dalam Setiap Koleksi

pandora (2)

Selain Pandora Essence, Pandora Moments menghadirkan charms berbentuk ikan, Murano glass yang menyerupai butiran garam laut, serta stud earrings bermotif matahari. Sementara Pandora Timeless melengkapi koleksi dengan cincin, tennis bracelet, dan necklace dalam nuansa semangka, lemon, dan mint yang terinspirasi dari pantai tropis.

Melalui kampanye Essence of Summer, Pandora mengajak setiap orang merayakan momen sederhana, mulai dari hujan musim panas, berenang di laut, hingga berjalan di tepi pantai. Seluruh pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi koleksi yang merepresentasikan ekspresi diri dan perjalanan hidup.

“Koleksi ini lahir dari salah satu momen paling singkat namun menyegarkan di musim ini, yaitu hujan musim panas. Kami melihat alam bukan hanya sebagai inspirasi visual, tetapi juga sebagai sebuah bahasa yang diterjemahkan ke dalam desain perhiasan,” ujar Pandora Creative Directors, Francesco Terzo dan A. Filippo Ficarelli.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Pementasan Rumah Sakit Jiwa oleh Teater Koma-4

Teater Koma: Rumah Sakit Jiwa, Kenapa Gen Z Masih Bisa Merasa Dekat dengan Naskah Tahun 1991?

Next Post
Artworks by Novieta Tourisia

Buki Gallery di Ubud Hadirkan Pameran Seni “Samatra” Karya Lima Seniman

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.