Semangat Self-Love Kallula
Kallula mengampanyekan self-love bagi para pendengarnya




Dari sekian banyak isu di dunia ini, ada satu hal yang hendak dikampanyekan Kallula: self-love alias pilihan untuk mencintai diri sendiri. “Karena pada akhirnya kalau kita enggak puas dengan diri sendiri, enggak bahagia dengan diri sendiri, gimana kita bisa membahagiakan orang lain?” jelas bintang pop Tanah Air ini kepada Dewi.

Pesan itu pula yang ia selipkan di lagu terbarunya, “This Love”. Lewat lagu itu Kallula meyakinkan pendengarnya bahwa cinta adalah hal yang tak semestinya dipaksakan. Salah satunya dalam lirik “This love, this time, it’s not for me, for us. Next time, next life, you will true love”.

Lagu ini memang terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Dengan demikian ia berharap pendengar-pendengarnya yang mungkin punya pengalaman serupa bisa merasa terhubung dan membantu mereka melewati masa-masa sulit masing-masing. “Menurut saya itu penghargaan yang tak ternilai, ketika ada pendengar yang menghampiri dan menceritakan mereka ke saya dan memberitahu saya betapa lagu ini membantu mereka melewatinya,” ujar Kallula.

Maka dari itu ia juga menyatakan sebisa mungkin membuat lagu yang mampu memberdayakan para pendengarnya. Ia mengambil contoh “This Love”, bagaimana menurutnya lagu ini memiliki latar cerita yang sedih, tetapi kemudian si tokoh dalam kisah ini bangkit kembali.

Menurutnya hal itu menjadi sangat penting. Apalagi di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesehatan mental kita yang kian rentan. Salah satunya karena media sosial. Ia pun tak memungkiri bahwa media sosial juga kadang membuatnya cemas. Namun ia juga menyatakan perlunya sikap bodo amat dalam menghadapi komentar-komentar negatif yang kerap menghampirinya.

“Komentar itu kan gratis ya di Instagram. Kamu bisa ngetik komentar apa saja dan itu sah-sah saja, tapi kalau kita enggak kenal sama orang yang berkomentar kenapa kita kenapa kita haus peduli?” jelasnya.

Terkait dengan kesehatan mental dan self-love ia pun menyatakan mendukung eksperimen Instagram di beberapa negara yang menyembunyikan jumlah Likes. “Sebagai content creator ada sisi agak menyayangkan karena semua kredibilitas, engagement, validasi atas karya kita salah satunya diukur lewat Likes. Tapi sebagai manusia, dan saya melihat media sosial sebagai suatu Isu yang besar di dunia, memang menurut saya perlu ada tindakan yang dilakukan,” tutupnya. (SIR). Foto: Kallula.



 

 


Topic

Profile

Author

DEWI INDONESIA