Kuala Lumpur Fashion Week 2026 kembali hadir sebagai salah satu panggung penting bagi perkembangan mode Asia Tenggara. Memasuki edisi ke-14, perhelatan ini berlangsung selama tujuh hari di kawasan KLCC. Lebih dari 50 desainer hadir membawa tafsir personal atas busana, kerajinan, dan identitas Malaysia.

Tahun ini, sejumlah nama muda tampil dengan visi yang semakin personal, membawa unsur budaya lokal ke dalam bahasa mode yang lebih eksperimental. Di antara nama-nama tersebut, HUNTILANAK mencuri perhatian melalui Alpine & Alchemy, koleksi yang bergerak di antara realitas dan mitologi.
18 Tampilan, Ribuan Detail

Di bawah arahan kreatif Ryan Alexander Tan, koleksi ini menghadirkan 18 tampilan dengan permainan material yang mempertemukan ketelitian kerajinan dan imajinasi HUNTILANAK. Beadwork, crochet, chainmail, dan songket dirangkai menjadi bahasa visual yang penuh tekstur. Setiap material seolah menyimpan serpihan kisah, lalu bertemu dalam satu lanskap semesta yang baru.
Salah satu detail yang mencuri perhatian adalah bulu yang dipotong menggunakan laser, kemudian dibuat mencuat dari tubuh sehingga menciptakan siluet yang asing sekaligus hidup. Seolah-olah busana perlahan bertransformasi menjadi makhluk dari dunia yang tak sepenuhnya dikenal.
Songket pun menemukan tafsir yang lebih eksperimental di tangan HUNTILANAK. Warisan tekstil tersebut dipadukan dengan material yang lebih keras seperti rantai logam, sulaman manik, dan permukaan bertekstur. Pertemuan kontras itu menjadikan Alpine & Alchemy sebuah dialog antara kerajinan, folklor, dan fantasi.
Ketika Warisan Menjadi Dunia Baru

Bagi HUNTILANAK, warisan bukan sesuatu yang harus dibekukan dalam bentuk asalnya. Ia dapat dibongkar, dipelintir, lalu dikembalikan dalam rupa yang terasa asing dan segar.
Pendekatan tersebut membuat HUNTILANAK menjadi salah satu nama yang menarik dari KLFW 2026. Di tengah semakin banyaknya desainer Malaysia yang mengolah identitas lokal, Ryan Tan tidak hanya membuat pakaian. Ia sedang membangun sebuah semesta. Semesta yang dihuni mitologi, kerajinan tangan, dan sedikit kegelapan. Di sanalah pesona HUNTILANAK bersemayam: warisan hidup dalam napas misteri, lalu berkembang menjadi daya pikat untuk dipandang sekali lagi.