
Peran perempuan dalam dunia bisnis dan kepemimpinan terus mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak lagi dipandang sebagai pengecualian, kepemimpinan perempuan kini menjadi bagian penting dalam membentuk budaya kerja, strategi bisnis, hingga arah pertumbuhan perusahaan modern. Fenomena ini juga terlihat di ISMAYA Group, di mana perempuan memegang sebagian besar posisi strategis dalam jajaran manajemen puncak.
Berdasarkan laporan global McKinsey Women in the Workplace, representasi perempuan di level C-suite terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tren ini berkembang semakin kuat dengan semakin banyak perempuan yang dipercaya memimpin perusahaan di berbagai sektor industri.
Di ISMAYA Group sendiri, sekitar 80% jajaran manajemen puncak diisi oleh perempuan yang memimpin bidang keuangan, pemasaran, operasional, sumber daya manusia, supply chain, hingga market expansion. Kehadiran mereka mencerminkan perubahan pola kepemimpinan modern yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada manusia.
Cendyarani selaku President Director & CFO ISMAYA Group melihat kepemimpinan bukan ditentukan oleh gender, melainkan kesiapan menghadapi tantangan dan kemampuan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Pendekatan kepemimpinan yang jelas, tegas, namun tetap membumi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan tim dan menciptakan lingkungan kerja yang berkembang secara berkelanjutan.

Pendekatan serupa juga terlihat dari para pemimpin perempuan lainnya di ISMAYA Group. Mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, strategi marketing, operasional restoran dan lifestyle, hingga pengembangan ekspansi pasar, seluruhnya dijalankan dengan keseimbangan antara strategi bisnis dan pemahaman terhadap manusia.
Kepemimpinan perempuan di perusahaan modern kini tidak lagi sekadar tentang representasi, tetapi tentang bagaimana organisasi dapat bertumbuh dengan perspektif yang lebih inklusif, intuitif, dan relevan dengan perubahan zaman. Di ISMAYA Group, perubahan tersebut hadir secara natural—membentuk budaya kerja yang dinamis sekaligus membuka jalan bagi generasi perempuan berikutnya untuk berkembang dan memimpin dengan caranya sendiri.