3 Butik Hidden Gem untuk Berburu Wastra Turki di Istanbul

Etalase toko permadani di Grand Bazaar, Istanbul; salah satu pusat tekstil di kota ini. Foto: Akib Aryo Utomo/DEWI.

Turki memiliki kekayaan wastra tersendiri. Berada di persimpangan Eropa dan Asia, negara ini mendapatkan pengaruh kuat dari perdagangan Jalur Sutra. Wastra yang ditenun tangan dari kapas, sutra, dan wool, dihiasi dengan corak kembang Ottoman hingga motif tradisional Anatolia.

DEWI berburu rekomendasi wastra hidden gem dari warga lokal Istanbul dan mengumpulkan tiga tempat terbaik untuk dikunjungi.

Grand Bazaar

Sebagai pasar souk terbesar di Istanbul, Grand Bazaar jelas menjadi destinasi paripurna. Perlu diakui bahwa tempat ini sangat ramai sehingga kita akan lumayan berdesak-desakan. 

Advertisement

Akan tetapi, sejumlah desainer dan artisan lokal turut membuka toko di sini, menghadirkan ragam rancang kain yang luar biasa. Dua favorit DEWI adalah Hereke Silk dan Dhoku.

Hereke Silk merancang karpet Turki yang terkenal, dengan serabut sutra yang halus dan corak yang mendetail. Selembar karpet Hereke Silk adalah mahakarya tradisional nan autentik. 

Dhoku, sebaliknya, adalah perancang kontemporer yang telah diliput berbagai publikasi internasional. Rancangan karpetnya adalah interpretasi motif Anatolia modern, menjadikan tiap karpet sebagai karya seni.

Dervis Natural Textiles

Jalan Tophane lebih banyak dikunjungi warga lokal dibandingkan Jalan Istiklal atau Lapangan Taksim yang terkenal. Akan tetapi, jalan ini menyimpan pusat-pusat kreatif rahasia: galeri, butik, hingga lokakarya kain.

Dervis adalah toko grosir dengan koleksi tekstil Turki lengkap. Dari syal, karpet, handuk Turki yang terkenal, hingga kimono penuh motif tersedia di sini. Bahkan ada beberapa kain antik dengan payet tangan berusia ratusan tahun.

Toko ini berada di lantai 2 sebuah apartemen. Agak tersembunyi, Anda harus menemukan telekom untuk meminta dibukakan gerbang. Begitu naik ke lantai dua, Anda akan disambut dengan pusparagam tekstil Turki.

Harga yang ditawarkan juga relatif lebih terjangkau mengingat pasar utama mereka adalah warga lokal alih-alih turis asing. Akan tetapi, Anda juga tidak bisa menawar harga. Kelengkapan koleksi dan harga membuat Dervis menjadi rekomendasi utama DEWI.

Kılıç Ali Paşa Hamam

Karaköy adalah pusat gaya hidup Istanbul. Berdekatan dengan Istanbul Museum of Modern Art dan Pelabuhan Galata yang menjadi pusat perbelanjaan trendi, lokasi ini menjadi jantung gaya hidup Istanbul nan trendi.

Pun, ada satu hidden gem di Masjid Kılıç Ali Paşa Hamam. Menempel kepada hamaam (sauna khas Turki) bersejarah adalah sebuah butik sederhana. Butik tak bernama ini mungil dan hanya memiliki sejumlah kecil koleksi.

Akan tetapi, butik ini memiliki kurasi wastra Turki yang luar biasa. Seluruhnya dari bahan dan pewarna alam. Salah satu syal yang dibeli DEWI berasal dari biji-bijian dan bunga untuk menghasilkan warna lilac cantik. Pramuniaga yang menyambut fasih menjelaskan tiap wastra dalam Bahasa Inggris.

Meskipun koleksinya terbatas, tetapi kurasi dan pelayanan yang dihadirkan benar-benar apik. Hal ini membuat butik di Hamam menjadi rekomendasi favorit DEWI.

Tiga rekomendasi destinasi di atas memiliki gayanya masing-masing. Kira-kira mana yang paling menarik bagi Anda?

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Ilusi dan Lapisan Representasi dalam Karya-Karya Adytria Negara di Pameran “Depictions, Depictions”

Ilusi dan Lapisan Representasi dalam Karya-Karya Adytria Negara di Pameran “Depictions, Depictions”

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.