Dawn Ng dan Jejak Waktu yang Mencair
Marcos Kueh: Kenyalang Circus, Ketika Borneo Menjadi Tontonan

Marcos Kueh: Kenyalang Circus, Ketika Borneo Menjadi Tontonan

Apa yang terjadi ketika simbol-simbol yang dulu sakral mulai dipertontonkan, direproduksi, dan dikonsumsi sebagai citra budaya?
Marcos Kueh berangkat dari stereotip yang kerap dilekatkan pada Borneo: hutan tropis, kehidupan adat, hewan eksotis, dan citra-citra romantis tentang “alam liar”. Alih-alih menolaknya secara langsung, ia justru memperbesar semua gambaran tersebut, menempatkannya pada banner-banner monumental yang menyerupai materi promosi atau atraksi keliling.

Memasuki ruang pamer Museum MACAN, pengunjung akan langsung melihat deretan tapestri raksasa karya Marcos Kueh menggantung seperti spanduk sirkus yang mengundang perhatian. Burung kenyalang, kerbau, dan berbagai makhluk lain muncul dalam komposisi yang meriah. Namun di balik tampilannya yang memikat, Kenyalang Circus sesungguhnya berbicara tentang cara kita memandang budaya.

Perupa tekstil asal Sarawak, Malaysia, ini dikenal melalui praktik yang mempertemukan tradisi tekstil vernakular dengan budaya visual kontemporer. Karyanya telah dipamerkan secara internasional dan menjadi bagian dari koleksi Stedelijk Museum di Amsterdam serta Museum Voorlinden di Belanda. Pada 2022, ia menerima Ron Mandos Young Blood Award. Dalam Kenyalang Circus, Kueh kembali membawa warisan budaya Borneo ke ruang seni global, sekaligus mempertanyakan konsekuensi dari perpindahan tersebut.

Kenyalang Circus, Ikon yang Menjadi Atraksi Keliling

Tampak instalasi pameran Marcos Kueh: Kenyalang Circus di Museum MACAN, Jakarta, 2026. Foto milik Museum MACAN. Fotografer: Liandro Siringoringo

Judul Kenyalang Circus sendiri berangkat dari burung kenyalang, sosok penting dalam kosmologi masyarakat Dayak. Dalam tradisi setempat, kenyalang dipercaya sebagai makhluk yang bergerak di antara langit dan bumi, menghubungkan dunia manusia dengan dunia spiritual. Namun di tangan Kueh, simbol-simbol budaya seperti ini tidak dihadirkan sebagai artefak yang statis.

Advertisement

Sebaliknya, ia memperbesar dan menempatkannya pada banner-banner tenun monumental yang menyerupai atraksi keliling. “Saya ingin mengambil semua stereotip tentang apa artinya berasal dari hutan, lalu menaruhnya di atas banner besar, kemudian menjualnya sekaligus,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, Kueh menyoroti bagaimana Borneo selama ini sering dibayangkan melalui lensa eksotisme: hutan tropis, kehidupan adat, dan alam liar yang terus dipasarkan sebagai citra budaya.

Budaya yang Maknanya Terus Bergeser

Pameran ini menampilkan tiga seri karya. Kenyalang Circus: Nenek Moyang (2023) menerjemahkan kosmologi masyarakat adat Borneo, di mana air terjun dipercaya sebagai ruang peralihan antara dunia manusia dan dunia leluhur. Sementara itu, seri Woven Poster mengamati bagaimana identitas budaya dibentuk dan diedarkan melalui pariwisata, media visual, dan sirkulasi kapital. Seri Kerbau menggunakan simbol hewan untuk membicarakan relasi kerja, hierarki sosial, dan kekuasaan dalam masyarakat Malaysia.

Bagi Kueh, yang menarik bukan hanya objek budaya itu sendiri, tetapi bagaimana maknanya berubah ketika berpindah tempat. Kenyalang Circus telah berkelana ke berbagai kota, dari Amsterdam dan Paris hingga Singapura, New York, dan kini Jakarta. Setiap lokasi menghadirkan cara baca yang berbeda terhadap simbol-simbol yang sama.

Kenyalang Circus bukan hanya tentang Borneo. Pameran ini mengajak kita mempertanyakan cara budaya dipresentasikan kepada publik, siapa yang menentukan maknanya, dan bagaimana persepsi kita turut membentuk cara warisan budaya dipahami. Di tengah dunia yang semakin terhubung, pertanyaan itu terasa semakin relevan: ketika budaya terus bergerak melintasi batas geografis dan ekonomi, apa yang sebenarnya sedang kita lihat?

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Dawn Ng dan Jejak Waktu yang Mencair

Dawn Ng dan Jejak Waktu yang Mencair

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.