Dawn Ng dan Jejak Waktu yang Mencair

Balok-balok es perlahan mencair di atas kertas, menghadirkan jejak waktu serupa lanskap abstrak, mengingatkan pada gugusan Atlantis
Bagaimana jika waktu bisa dilihat? Dalam Atlantis II, Dawn Ng menggunakan es yang mencair untuk merekam jejak perubahan, kehilangan, dan memori.

Waktu adalah sesuatu yang sulit dilihat. Kita merasakannya lewat perubahan, tetapi jarang dapat menyaksikannya secara langsung. Dalam musim pameran Where Are We in Time: A Season Across Shifting Landscapes di Museum MACAN, perupa asal Singapura Dawn Ng mencoba memberi bentuk pada sesuatu yang abstrak itu melalui Atlantis II, sebuah karya yang merekam waktu dalam proses menghilang, berubah, dan meninggalkan jejak.

Mengenal Dawn Ng

Dawn Ng adalah perupa multidisiplin asal Singapura yang dikenal melalui karya-karyanya yang mengeksplorasi waktu, memori, kehilangan, dan transformasi. Dalam praktiknya, ia kerap menggunakan material yang bersifat sementara, terutama es, untuk merekam proses perubahan yang sulit ditangkap secara kasatmata. Karyanya telah dipamerkan dan menjadi bagian dari koleksi sejumlah institusi internasional, termasuk National Gallery Singapore, Singapore Art Museum, dan UBS Art Collection.

Bagi Ng, es bukan sekadar medium, melainkan cara untuk memahami bagaimana sesuatu hadir, berubah, lalu menghilang. Gagasan inilah yang menjadi dasar Atlantis II, sebuah rangkaian karya yang ia mulai pada 2024 dan terus berkembang hingga hari ini.

Advertisement

Melukis dengan Es

Instalasi pameran Dawn Ng: Atlantis II di Museum MACAN, Jakarta, 2026.

Aditya Lingga, Asisten Kurator Museum MACAN yang memandu tur kuratorial, menjelaskan bahwa karya ini berangkat dari eksplorasi panjang Dawn Ng terhadap es sebagai medium artistik.

Dalam Atlantis II, balok-balok es berpigmen berukuran besar ditempatkan di atas lembaran kertas kaligrafi Tiongkok yang tipis. Seiring es mencair, pigmen mengalir dan meresap ke dalam setiap lapisan kertas, meninggalkan jejak warna yang membentuk komposisi dua dimensi dari proses yang sebenarnya sangat fisik dan tiga dimensi.

Yang tersisa bukanlah gambar yang dirancang secara presisi, melainkan rekaman dari sebuah peristiwa. Setiap lelehan es menghasilkan bentuk yang berbeda, sehingga tidak ada dua karya yang benar-benar sama.

Atlantis yang Perlahan Hilang

Judul Atlantis II merujuk pada Atlantis, kota legendaris yang konon hilang dan tenggelam ke dasar laut. Referensi itu terasa hadir dalam susunan panel-panel karya Ng. Dari kejauhan, bentuk-bentuk warna yang tercipta tampak seperti gugusan pulau atau daratan yang perlahan memudar.

“Bentuknya seperti sekuens gugusan pulau yang tadinya utuh, lalu lama-kelamaan menghilang. Memang berbicara tentang peradaban yang hilang seperti Atlantis,” kata Lingga.

Di sinilah gagasan tentang waktu menjadi paling terasa. Setiap noda warna yang tertinggal di atas kertas merupakan jejak dari sesuatu yang pernah hadir namun tidak lagi ada. Tidak ada yang bisa diulang atau diprediksi, sebagaimana waktu yang terus bergerak tanpa bisa dihentikan.

Menurut Lingga, karya Dawn Ng sangat selaras dengan tema besar musim pameran Museum MACAN yang menyoroti waktu, lanskap, dan memori. “Kalau bicara tentang waktu, kita sebenarnya bicara tentang jejak. Bagaimana waktu mengejawantah secara visual, dan di sini Dawn Ng mengeksplorasi hal itu,” ujarnya.

Melalui Atlantis II, waktu tidak lagi hadir sebagai angka di jam atau kalender. Ia muncul sebagai warna yang mengalir, bentuk yang perlahan memudar, dan jejak yang tersisa setelah sesuatu menghilang.

Foto: Liandro Siringoringo (Museum MACAN)

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Patek Philippe Sky Moon Tourbillon Terjual Rp32,1 Miliar di Balai Lelang Christie’s Hong Kong

Patek Philippe Sky Moon Tourbillon Terjual Rp32,1 Miliar di Balai Lelang Christie's Hong Kong

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.