
Tahun ini, Christie’s menandai 40 tahun kehadirannya di Asia melalui rangkaian lelang, pameran, dan program khusus yang berlangsung di berbagai kota di kawasan. Perayaan ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana rumah lelang tidak hanya berperan sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan kolektor, objek budaya, dan pasar global.
Salah satu agenda dalam rangkaian tersebut adalah Hong Kong Luxury Week 2026, yang menghadirkan penjualan berbagai kategori koleksi, mulai dari tas dan aksesori, perhiasan, hingga jam tangan. Di antara seluruh kategori tersebut, lelang Handbags & Accessories pada 25 Mei lalu menjadi salah satu yang mencerminkan dinamika pasar barang mewah.
Dari Aksesori ke Objek Koleksi
Dalam beberapa tahun terakhir, tas mewah semakin sering diperlakukan sebagai objek koleksi. Faktor seperti kelangkaan produksi, kondisi, material, hingga riwayat kepemilikan turut memengaruhi nilai sebuah tas di pasar sekunder.
Hal ini tercermin dalam hasil lelang Handbags & Accessories Christie’s di Hong Kong yang membukukan total penjualan sebesar HK$59,9 juta. Sebanyak 98 persen lot yang ditawarkan berhasil terjual, sementara lebih dari 70 persen lot melampaui estimasi harga tertingginya. Partisipasi datang dari kolektor di 24 negara, dengan lebih dari separuh transaksi dilakukan secara daring.
Hermès dan Minat Kolektor Generasi Baru

Sejumlah tas Hermès menjadi sorotan dalam penjualan ini. Model Snow Faubourg Sellier Birkin 20 terjual seharga HK$4,3 juta dan mencatatkan rekor untuk kategori tersebut di Asia. Beberapa model lain, termasuk Rainy Days Faubourg Birkin, Quelle Idole, dan Shoulder Birkin, juga mencetak hasil penjualan tertinggi di kategorinya masing-masing.
Di saat yang sama, profil pembeli menunjukkan perubahan demografi yang menarik. Sekitar 41 persen pembeli berasal dari kelompok Milenial dan generasi yang lebih muda. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar tas koleksi tidak lagi didominasi oleh kolektor lama, melainkan juga menarik minat generasi baru yang melihat nilai pada craftsmanship, desain, dan kelangkaan sebuah objek.
***
Hasil lelang ini memperlihatkan bagaimana nilai sebuah tas tidak hanya ditentukan oleh fungsi atau mereknya. Dalam konteks pasar koleksi, faktor-faktor seperti desain, kualitas pengerjaan, jumlah produksi, dan relevansi budaya turut membentuk persepsi nilai. Di ruang lelang, tas tangan ditempatkan dalam konteks yang serupa dengan objek koleksi lainnya: dinilai, didokumentasikan, dan diperdagangkan sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas mengenai sejarah desain, material, dan selera kolektor.
Foto: CHRISTIE’S IMAGES LTD. 2026