
Di bawah semburat senja Los Angeles, Hermès melanjutkan kisah Women’s Fall-Winter 2026 melalui Silhouettes On The Horizon. Apa yang dimulai di Paris kini menemukan kelanjutannya di perbukitan Bel Air, menghadirkan eksplorasi yang lebih dalam tentang gerak, keahlian, dan feminitas modern yang menjadi inti koleksi karya Nadège Vanhée.

Untuk musim ini, Vanhée menemukan titik temu antara dunia tari dan craftsmanship. Keduanya lahir dari proses yang sama: ketekunan, disiplin, dan pencarian akan kesempurnaan. Dari gagasan tersebut, lahirlah koleksi yang terasa ringan namun presisi, di mana setiap potongan dirancang untuk bergerak bersama tubuh.
01. Gaun yang Mengikuti Gerak Tubuh

Gaun menjadi pusat koleksi musim ini. Terinspirasi dari dunia balet, gaun satin dalam nuansa merah, hijau, dan kuning hadir dengan detail pita, kerutan lembut, serta siluet yang mengalir ringan. Rajutan dan jumpsuit bersiluet melebar yang membingkai tubuh.
02. Ketegasan dalam Balutan Kulit

Di tengah kelembutan siluetnya, Hermès menghadirkan kontras melalui mantel kulit dan jaket biker berpotongan tegas. Dipadukan dengan gaun silk velvet yang mengalir, elemen ini menciptakan keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan.
03. Soleil de Soie dalam Wujud Baru

Motif ikonis Soleil de Soie TATTOO carré kembali hadir dalam bentuk yang berbeda. Melalui teknik draping dan gathering, motif ini ditransformasikan menjadi permainan tekstur yang lebih hidup, seolah bergerak mengikuti langkah pemakainya.

Melalui Silhouettes On The Horizon, Hermès kembali menunjukkan sebuah koleksi yang berbicara tentang perempuan yang terus bergerak maju, anggun, mandiri, dan menemukan kebebasannya sendiri di antara langkah dan cakrawala.