
Di era ‘modern’ ini, banyak orang hidup dalam kondisi yang terasa terus bergerak. Notifikasi yang tidak berhenti, tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks, hingga ketidakpastian global yang silih berganti tanpa jeda perlahan memengaruhi cara kita menjalani hari. Kelelahan hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Ia bisa muncul sebagai sulit fokus, perasaan mudah cemas, atau sekadar kehilangan kemampuan untuk benar-benar menikmati momen.
Namun di tengah situasi tersebut, konsep perjalanan pun mulai bergeser. Liburan tidak lagi semata tentang berpindah tempat, melainkan tentang mencari ruang untuk memulihkan diri. Ada kebutuhan yang semakin besar untuk menghirup energi baru, memperlambat ritme hidup, dan kembali terhubung dengan hal-hal yang memberi makna.
Sebagai kawasan yang erat dengan nilai spiritual, Borobudur telah lama menjadi tujuan refleksi dan perjalanan batin. Di lanskap yang menyimpan jejak sejarah, budaya, dan kontemplasi inilah Rahita Wellness Sanctuary by Plataran hadir sebagai ruang untuk menemukan kembali keseimbangan tubuh dan pikiran.
Rahita Wellness Sanctuary dan Filosofi Pelepasan yang Menenangkan

Nama “Rahita” berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna pelepasan dan rasa ringan. Filosofi tersebut menjadi fondasi dari pengalaman wellness yang dihadirkan sebagai bagian dari implementasi konsep HOPE (Home of Peaceful Escape) dari Plataran.
Pendekatan wellness di Rahita dirancang agar menyatu secara alami dengan ritme perjalanan. Tamu dapat memilih menikmati spa dengan inspirasi tradisi lokal, melakukan aktivitas ringan di alam terbuka, atau sekadar meluangkan waktu untuk beristirahat tanpa tekanan jadwal yang padat.

“Hospitality hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai tempat menginap atau destinasi semata. Perjalanan kini menjadi bagian dari bagaimana seseorang menikmati waktu, budaya, wellness, dan koneksi yang hadir di dalamnya,” ujar Yozua Makes, Founder dan CEO Plataran Indonesia.
Pandangan tersebut terasa relevan dengan kebutuhan banyak orang saat ini. Waktu luang menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam, mendekatkan diri pada alam dan Tuhan, serta menemukan kembali ritme hidup yang sering kali hilang di tengah kesibukan.
Pengalaman Wellness yang Menyatu dengan Keindahan Borobudur

Rahita Wellness Sanctuary by Plataran menghadirkan fasilitas yang dirancang secara terintegrasi dalam satu kawasan, mulai dari spa, reflexology, sauna, jacuzzi, gym, ruang meditasi, hingga area yoga dan pilates yang menghadap lingkungan alami Borobudur. Kehadiran Maya Devi Pool juga melengkapi pengalaman relaksasi yang menyeluruh.
Namun daya tariknya tidak berhenti pada fasilitas. Berbagai aktivitas wellness dirancang untuk membantu tamu membangun koneksi yang lebih dalam dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Mulai dari walking meditation dan grounding di alam terbuka, meditasi dengan latar Candi Borobudur, water exercise, hingga sesi sound healing dan Qigong yang menghadirkan pengalaman reflektif dengan cara yang lebih kontemporer.
Salah satu aktivitas yang menarik adalah Fang Sheng, sebuah simbol pelepasan yang dilakukan secara mindful. Praktik ini mengajak peserta merefleksikan hal-hal yang perlu dilepaskan agar dapat bergerak maju dengan lebih ringan.

Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi dengan berbagai aktivitas khas Plataran, seperti afternoon tea di Beranda Eyang dengan sesi foto menggunakan busana Jawa hingga makan malam di Prego Borobudur. Seluruh rangkaian terasa seperti undangan untuk menikmati Borobudur dari sudut pandang yang lebih personal.
Menikmati Rahita Wellness Sanctuary by Plataran, perjalanan bukan hanya tentang mengunjungi destinasi ikonis. Ia menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat, lalu pulang dengan perspektif yang terasa lebih jernih. Dalam dunia yang terus bergerak cepat, mungkin kemewahan terbesar hari ini adalah memiliki waktu untuk kembali hadir sepenuhnya bagi diri sendiri.