
Ada keintiman yang tak tergantikan saat kita menikmati pementasan di dalam ruang gelap teater. Kita bisa merasakan desir getaran musik yang bergema langsung di dada, mendengar derap langkah di atas panggung, hingga menyaksikan hela napas para penampil dari jarak dekat. Berbeda dari layar digital, seni pertunjukan live menghadirkan keterhubungan organik yang sangat nyata, sebuah ruang tempat seniman dan penonton berbagi waktu, emosi, serta energi pada satu momen yang tak terulang.
Pengalaman indrawi dan keintiman inilah yang kembali dihidupkan oleh Komunitas Salihara Arts Center melalui penyelenggaraan Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) 2026 yang akan berlangsung sepanjang 1–30 Agustus 2026. Mengusung tajuk utama asiaria, perhelatan dwitahunan ini hadir sebagai panggung perayaan atas keragaman gagasan, dinamika sejarah, serta evolusi seni pertunjukan dari para seniman Asia maupun diaspora Asia di ranah global.
Pertunjukan yang tak boleh dilewatkan SIPFest 2026: Spektrum Lintas Disiplin dan Geopolitik
SIPFest 2026 menjadi ajang pementasan seni sekaligus wadah temu antara maestro panggung dunia dan seniman lokal. Melalui 10 program utama dan ragam laboratorium kreatif, festival ini menyuguhkan tari kontemporer, teater naratif, musik eksperimental, hingga pertunjukan ceramah yang imersif.
“Kami merayakan sekaligus ‘meriakan’ karya-karya seniman Asia dan diaspora Asia. SIPFest 2026 ini akan sangat terasa berbeda dari SIPFest sebelumnya. Entah karena algoritma pemrograman atau karena lingkaran interaksi kami dengan para penampil pada dua tahun belakangan, kami akan menampilkan seniman-seniman dari Asia, baik yang berdomisili dan berkarya di benua ini, maupun seniman diaspora Asia di negara lain.”
— Ening Nurjanah, Direktur Festival SIPFest 2026
Orfeus, Pertunjukan Tari Teater Interdisipliner
SIPFest 2026 akan dibuka dengan Orfeus, sebuah pertunjukan tari teater interdisipliner garapan koreografer Melati Suryodarmo bersama Studio Plesungan Solo. Diangkat dari puisi karya Goenawan Mohamad, pertunjukan yang mengelaborasi mitologi Yunani ini menghadirkan alunan piano live oleh komposer Sri Hanuraga, vokal puitis Rebekka Zakaria, gerak tari ekspresif para penari Solo, serta proyeksi video imersif berlatar stasiun imajiner.
Pertunjukan Ceramah: “Figures of History and the Grounds of Intelligence”
Selain itu, akan ada pula penampilan dari Ho Rui An asal Singapura pada 5 Agustus mendatang. Ho Rui An akan membawakan pertunjukan ceramah (lecture performance) “Figures of History and the Grounds of Intelligence” yang menelusuri persilangan sejarah, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI) di era global.
Teater Naratif: “Nadirah”
Di panggung teater naratif pada 08 dan 09 Agustus 2026, lakon Nadirah hadir sebagai kolaborasi lintas negara hasil naskah Alfian Sa’at (Singapura) dan arahan sutradara Iedil Dzuhrie Alaudin (Malaysia). Dibawakan oleh aktor alumnus Kelas Akting Salihara (AKSARA), drama teater reflektif ini membedah isu sensitif mengenai iman, cinta, identitas, dan relasi keluarga antaragama dalam konteks masyarakat modern.
Pertunjukan Imersif Multisensori: “Opera for the Dead”
Monica Lim (Australia) bersama Mindy Meng Wang (Tiongkok) akan menghadirkan Opera for the Dead pada 15 dan 16 Agustus 2026. Pertunjukan multisensori ini memadukan alunan alat musik guzheng, musik elektronik, vokal, serta animasi 3D yang mengangkat tema seputar ritual duka.
Pertunjukan Solo: “Made in China 2.0”
Sutradara dan seniman teater asal Tiongkok, Wang Chong, akan membawakan karya solonya bertajuk Made in China 2.0 pada 19 Agustus 2026. Pertunjukan ini membedah secara kritis praktik berkesenian serta dinamika politik kebudayaan di tengah arus perubahan sosial global.
Pertunjukan Tari Butoh: “KOSA – Between Two Mirrors”
Rangkaian acara SIPFest 2026 akan ditutup pada 29 dan 30 Agustus 2026 lewat pementasan KOSA – Between Two Mirrors dari kelompok tari Sankai Juku asal Jepang. Dengan menampilkan potongan dari karya-karya terbaik mereka, pertunjukan tari Butoh ini memperlihatkan gaya khas dan ciri khas gerakan ciptaan koreografer Ushio Amagatsu.
Dengan keberagaman program yang ditawarkan, SIPFest 2026 siap menjadi simpul perjumpaan antara maestro panggung dunia, seniman lokal, dan publik penikmat seni. Perhelatan dwitahunan ini kembali mengingatkan kita bahwa di dalam ruang teater yang gelap, seni selalu punya cara untuk menyatukan kita dalam satu helaan napas dan detak yang sama. Pastikan Anda menjadi bagian dari perjalanan asiaria sepanjang 1–30 Agustus 2026 di Komunitas Salihara.
Teks: Bunga Aurelia
Editor: Mardyana Ulva