Lili Reinhart Hidupkan Kembali Gaya Ikonis Romcom untuk Promosi The Love Hypothesis

Lewat busana, Lili Reinhart membawa kembali karakter-karakter perempuan ikonis dari film romcom untuk mempromosikan The Love Hypothesis
51

Lili Reinhart tengah ramai diperbincangkan berkat pilihan busananya selama mempromosikan film terbaru, The Love Hypothesis. Bersama stylist Ib Abdel Nasser, ia membawa kembali sejumlah look dari film-film romance dan romcom era ’90-an hingga awal 2000-an, lalu menerjemahkannya ke dalam penampilan yang terasa dekat dengan masa kini.

Ide tersebut bermula dari sebuah Pinterest board bernama “Rom-Com Baddie” yang dibuat Lili dan Ib. Referensinya kemudian berkembang dari sekadar nuansa romcom menjadi karakter-karakter perempuan dengan busana yang begitu melekat pada filmnya. Beberapa di antaranya dibuat ulang oleh rumah mode, sementara yang lain ditemukan dalam koleksi vintage.

Yang menarik, setiap penampilan membawa ceritanya sendiri. Ada gaun yang dibuat ulang khusus, ada pula pakaian asli dari arsip lama yang kembali dikenakan. Berikut beberapa look Lili yang membawa kembali karakter-karakter ikonis tersebut.

Advertisement

Andie Anderson – How to Lose a Guy in 10 Days

59

Salah satu referensi yang paling mudah dikenali datang dari karakter Andie Anderson yang diperankan Kate Hudson. Lili mengenakan vintage Caché silk backless dress yang terinspirasi dari gaun kuning ikonis dalam film How to Lose a Guy in 10 Days (2003).

Miu Miu

Terinspirasi dari My Date with the President’s Daughter (1998)

52

Salah satu look yang paling playful hadir lewat gaun mini beludru merah muda dari Miu Miu. Dengan potongan scoop neckline dan detail ruffle di bagian bawah, busana ini mengambil referensi dari gaun merah muda yang dikenakan Hallie Richmond dalam film My Date with the President’s Daughter (1998). Karakter tersebut diperankan oleh Elisabeth Harnois. Lili bahkan menyesuaikan detail sepatu dan styling rambut agar semakin mengingatkan pada penampilan asli Hallie.

Blumarine

Terinspirasi dari Uptown Girls (2003)

53

Untuk look berikutnya, Lili mengenakan gaun Blumarine dari koleksi Spring/Summer 2002 dengan motif floral, taburan kristal, dan warna merah muda-hijau. Bukan sekadar terinspirasi, gaun tersebut merupakan gaun yang sama yang dikenakan Brittany Murphy sebagai Molly Gunn dalam Uptown Girls (2003). Rambut Lili pun ditata menyerupai gaya Murphy dalam film.

Pilihan ini menjadi salah satu penghormatan paling personal dalam rangkaian press tour tersebut. Lili pernah mengungkapkan bahwa gaun itu merupakan salah satu busana yang ia kagumi sejak kecil, terutama karena cara Brittany Murphy membawakan karakter Molly Gunn.

Hervé Léger

Terinspirasi dari Miss Congeniality (2000)

54

Nuansa ungu hadir melalui custom Hervé Léger yang mengambil referensi dari gaun bandage warna lilac milik Sandra Bullock dalam Miss Congeniality (2000). Di film tersebut, Bullock berperan sebagai Gracie Hart, seorang agen FBI yang menjalani perubahan penampilan untuk menyamar dalam kontes kecantikan.

Ib sempat mencari gaun aslinya selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menghubungi Hervé Léger untuk membuat versi baru. Siluetnya tetap mempertahankan karakter gaun asli, tetapi beberapa detail dibuat sedikit lebih tebal agar terasa sebagai interpretasi masa kini, bukan sekadar replika.

Tory Burch

Terinspirasi dari Atonement (2007)

56

Untuk membawa referensi dari romance ke luar ranah romcom, Lili mengenakan gaun hijau dari Tory Burch yang terinspirasi dari penampilan Keira Knightley dalam Atonement (2007). Knightley memerankan Cecilia Tallis, dengan gaun hijau yang dikenakannya dalam adegan di perpustakaan menjadi salah satu busana paling dikenal dari film tersebut.

Tory Burch menerjemahkan warna dan siluet gaun tersebut ke dalam desain dengan draping dan detail knot pada bagian depan. Look ini sebelumnya dibuat untuk Vogue World 2025 dan kemudian dipinjamkan untuk press tour Lili.

Fleur du Mal & Nanette Lepore

Terinspirasi dari 13 Going on 30 (2004)

57

Berbarengan dengan ulang tahunnya yang ke-30, Lili memberi penghormatan pada Jenna Rink dalam 13 Going on 30 (2004), karakter yang diperankan Jennifer Garner. Ia mengenakan lace-trimmed slip dress dari Fleur du Mal, dipadukan dengan coat polkadot vintage dari Nanette Lepore.

Yang membuat look ini semakin spesial adalah coat tersebut merupakan versi yang sama dengan yang dikenakan Garner sebagai Jenna dalam film. Potongan Spring 2003 itu merupakan bagian dari arsip Nanette Lepore dan disebut sebagai satu-satunya salinan yang masih tersedia.

Rodarte

Terinspirasi dari Ever After: A Cinderella Story (1998)

58

Untuk Ever After: A Cinderella Story (1998), Lili mengenakan custom Rodarte yang mengambil inspirasi dari gaun pesta Danielle de Barbarac, karakter yang diperankan Drew Barrymore. Busana tersebut hadir dalam warna abu-abu dengan detail beadwork dan tulle, mengikuti kesan romantis dari gaun asli dalam film.

Alih-alih membuat salinan persis, Rodarte menerjemahkannya melalui siluet strapless A-line dan detail sheer opera gloves. Pilihan ini terasa personal bagi Lili karena Ever After merupakan salah satu film yang ia tonton berulang kali saat kecil dan membuatnya jatuh cinta pada film-film berlatar periode.

Vintage Caché

Terinspirasi dari How to Lose a Guy in 10 Days (2003)

59

Kembali ke How to Lose a Guy in 10 Days, gaun kuning tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah busana dari film dapat kembali menemukan momentumnya lebih dari dua dekade kemudian. Lili mengenakan versi vintage Caché yang dibuat sebagai reproduksi setelah gaun Carolina Herrera yang dikenakan Kate Hudson dalam film menjadi begitu populer.

Dengan warna kuning mentega dan bagian belakang terbuka, gaun ini langsung mengingatkan pada Andie Anderson, karakter Hudson yang menjadi pusat cerita. Lili kemudian memadukannya dengan tata rambut updo dan aksesori berlian untuk semakin mendekati penampilan aslinya.

Pada akhirnya, yang membuat rangkaian busana ini menarik bukan hanya karena Lili mengenakan pakaian yang pernah terlihat di layar lebar. Setiap look membawa kembali karakter, film, hingga desainer yang pernah menjadi bagian dari momen tersebut. Dalam satu press tour, referensi lama diterjemahkan kembali melalui cara yang berbeda, membuat film-film yang sudah bertahun-tahun berlalu kembali hadir dalam percakapan fashion hari ini.

Previous Post
iffina 2

IFFINA+ Kembali Hadir dengan Eksplorasi Material Alternatif

Next Post
Facade Lobby, Angsana Bogor Gunung Geulis

Angsana Membuka Babak Baru di Tengah Lanskap Gunung Geulis

Advertisement
Sign in