
Pekan industri furnitur dan desain resmi digelar kembali di Jakarta. Menggabungkan rangkaian ajang seperti IFFINA+ powered by imm cologne, interzum jakarta, hingga International Hardware Fair (IHF) Indonesia, platform ini mempertemukan berbagai elemen rantai nilai furnitur dari bahan baku, komponen, hingga produk jadi dalam satu wadah.
Rantai Nilai Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan para produsen material, hardware, serta furnitur residensial maupun hospitality. Pengunjung dapat menelusuri bagaimana bahan mentah diolah menjadi komponen teknis hingga akhirnya mewujud sebagai produk interior jadi. Sinergi ini dirancang untuk memudahkan proses sourcing sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku industri.
Eksplorasi Material Alternatif di Paviliun MADENESS

Di tengah ragam penawaran furnitur dan produk interior, Paviliun MADENESS berfokus pada eksplorasi material alternatif dan desain sirkular. Mengusung tema “Made in Asia” bersama desainer Genie Anggita dan Iqra Firdausy, pameran ini meninjau pendekatan merancang yang tak lagi bergantung pada material alam baru, melainkan memanfaatkan sumber daya perkotaan sekitar sebagai bahan baku yang relevan.
Pendekatan tersebut dihadirkan lewat lima program utama, seperti pameran bahan mentah Material Atlas Asia, instalasi bio-fabrikasi Alterrama, serta area publik Common Ground. Rangkaian ini turut dilengkapi dengan sesi diskusi MADE Dialogue dan program jejaring Microfactory Tour.
Kolaborasi ini menjadi wadah untuk memperlihatkan pengolahan material secara menyeluruh. “Kami menampilkan hulu ke hilir dari eksplorasi material alternatif untuk merespons isu keberlanjutan serta menghadirkan wujud siap pakai untuk interior dan arsitektur,” ujar Genie Indah, Creative Director Playo.
Senada dengan hal tersebut, Ryan selaku Founder & CEO Timberlab menambahkan bahwa gagasan ini juga bertujuan membuka pandangan baru terhadap potensi bahan lokal. “Kami tidak semata-mata bicara tentang material alternatif, tetapi ingin membawa sebuah material yang sangat dekat dengan kita, yang selama ini kita tidak pernah menyadari potensi sebenarnya,” ungkapnya.
Ruang Pertemuan dan Pertukaran Gagasan
Selain area pameran, IFFINA edisi ini turut dilengkapi dengan rangkaian sesi talkshow, lokakarya teknis, serta program networking yang melibatkan desainer interior, arsitek, dan praktisi industri. Ruang perjumpaan ini memberi kesempatan bagi para profesional untuk bertukar gagasan serta memperluas peluang kolaborasi, yang seluruh rangkaian acaranya dapat dikunjungi pada 24-27 September 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta.
Teks : Bunga Aurelia
Editor : Mardyana Ulva