IFFINA+ Kembali Hadir dengan Eksplorasi Material Alternatif

Mengintegrasikan rantai nilai industri furnitur sekaligus membuka ruang eksplorasi material alternatif dan desain sirkular melalui gelaran IFFINA+ 2026.
iffina 2
Pameran IFFINA+ 2026 digelar di NICE PIK 2 Jakarta. Menghubungkan rantai pasok furnitur hingga eksplorasi material alternatif di Paviliun MADENESS.

Pekan industri furnitur dan desain resmi digelar kembali di Jakarta. Menggabungkan rangkaian ajang seperti IFFINA+ powered by imm cologne, interzum jakarta, hingga International Hardware Fair (IHF) Indonesia, platform ini mempertemukan berbagai elemen rantai nilai furnitur dari bahan baku, komponen, hingga produk jadi dalam satu wadah.

Rantai Nilai Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan para produsen material, hardware, serta furnitur residensial maupun hospitality. Pengunjung dapat menelusuri bagaimana bahan mentah diolah menjadi komponen teknis hingga akhirnya mewujud sebagai produk interior jadi. Sinergi ini dirancang untuk memudahkan proses sourcing sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku industri.

Eksplorasi Material Alternatif di Paviliun MADENESS

iffina 1

Di tengah ragam penawaran furnitur dan produk interior, Paviliun MADENESS berfokus pada eksplorasi material alternatif dan desain sirkular. Mengusung tema “Made in Asia” bersama desainer Genie Anggita dan Iqra Firdausy, pameran ini meninjau pendekatan merancang yang tak lagi bergantung pada material alam baru, melainkan memanfaatkan sumber daya perkotaan sekitar sebagai bahan baku yang relevan.

Advertisement

Pendekatan tersebut dihadirkan lewat lima program utama, seperti pameran bahan mentah Material Atlas Asia, instalasi bio-fabrikasi Alterrama, serta area publik Common Ground. Rangkaian ini turut dilengkapi dengan sesi diskusi MADE Dialogue dan program jejaring Microfactory Tour.

Kolaborasi ini menjadi wadah untuk memperlihatkan pengolahan material secara menyeluruh. “Kami menampilkan hulu ke hilir dari eksplorasi material alternatif untuk merespons isu keberlanjutan serta menghadirkan wujud siap pakai untuk interior dan arsitektur,” ujar Genie Indah, Creative Director Playo.

Senada dengan hal tersebut, Ryan selaku Founder & CEO Timberlab menambahkan bahwa gagasan ini juga bertujuan membuka pandangan baru terhadap potensi bahan lokal. “Kami tidak semata-mata bicara tentang material alternatif, tetapi ingin membawa sebuah material yang sangat dekat dengan kita, yang selama ini kita tidak pernah menyadari potensi sebenarnya,” ungkapnya.

Ruang Pertemuan dan Pertukaran Gagasan

Selain area pameran, IFFINA edisi ini turut dilengkapi dengan rangkaian sesi talkshow, lokakarya teknis, serta program networking yang melibatkan desainer interior, arsitek, dan praktisi industri. Ruang perjumpaan ini memberi kesempatan bagi para profesional untuk bertukar gagasan serta memperluas peluang kolaborasi, yang seluruh rangkaian acaranya dapat dikunjungi pada 24-27 September 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta. 

Teks : Bunga Aurelia 
Editor : Mardyana Ulva

Previous Post
WEB HERO HEADER (11)

Resorts World Sentosa Rayakan Halloween dengan "Festival of Thrills"

Next Post
51

Lili Reinhart Hidupkan Kembali Gaya Ikonis Romcom untuk Promosi The Love Hypothesis

Advertisement
Sign in