Angel Pieters Rilis Mini Album “Rumah”, Memaknai Kembali Arti Pulang

Sebuah eksplorasi musik personal tentang penerimaan, proses bertumbuh, dan keberanian berdamai dengan ketidaksempurnaan.
angel pietters
Angel Pieters merilis mini album (EP) bertajuk Rumah, sebuah refleksi personal mengenai makna tempat pulang dan penerimaan diri.

Angel Pieters kembali menghadirkan karya musik terbarunya melalui mini album (EP) bertajuk Rumah. Album mini berisi tujuh lagu ini merangkum catatan personalnya, menelusuri dinamika cinta, penerimaan, serta keberanian untuk berdamai dengan baris-baris kisah yang pernah ia singgahi. 

Ruang Bertumbuh dalam Tujuh Lagu

Melalui deretan lagu seperti “Rindu”, “Berikan Nyaman”, “Garis Tangan”, “Separuh Hidupku”, “Rumah Sendiri”, “Cinta”, dan “Andai”, Angel membawa pendengar menyusuri potongan emosi yang terasa begitu dekat. Tiap trek perlahan memperlihatkan bahwa rasa nyaman tidak harus datang dari tempat yang sempurna, melainkan dari kemauan untuk mengerti dan terus belajar melangkah. 

“Bagiku, rumah lebih dari sekadar bangunan,” ungkapnya. Rumah adalah rasa. Mengusahakan rumah yang sempurna rasanya hampir mustahil. Di dalam rumahku, pernah ada kecewa, sedih, dan amarah yang tak kunjung usai. Namun hari ini, aku mengenal bagaimana rasanya mencintai dan dicintai, sebuah rasa yang pernah absen begitu lama.

Advertisement

Sudut Pandang dan Harapan Sang Musisi

Bagi Angel, mini album ini merupakan ruang untuk menunjukkan sisi musikal yang lebih personal dan dekat dengan fase kehidupannya saat ini. Ia memandang Rumah bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan potret perjalanan bertumbuh baik sebagai musisi maupun manusia. Lewat karya ini, ia berharap pendengar dapat menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, mengingat kembali orang-orang dan hal-hal yang pernah menjadi tempat pulang, serta menemukan kembali arti rumah bagi diri mereka sendiri.

xxx

Lewat Rumah, Angel Pieters menandai kedewasaannya dalam merangkul tiap episode kehidupan, termasuk ketidaksempurnaan yang menyertainya. Karya ini menyuguhkan ruang perenungan yang hangat, yang sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital sejak 25 September 2026.

Teks : Bunga Aurelia

Editor : Mardyana Ulva

Previous Post
review film the love hypothesis (1)

Review Film The Love Hypothesis: Mengapa Rom-Com Ini Tetap Menyenangkan Ditonton Meski Akhirnya Bisa Ditebak?

Advertisement
Sign in