
TACO, perusahaan penyedia solusi interior dan material bangunan di Indonesia, memasuki tahun keenam partisipasinya di Art Jakarta melalui kolaborasi dengan Palette Studio. Mengusung semangat Explore New Horizons, kolaborasi ini menghasilkan The Curiosity Engine, instalasi yang memanfaatkan material TACO, termasuk PVC sheet, drawer slide, PVC board, serta sisa material HPL dari proses produksi. Bentuk dan susunannya dirancang untuk mengajak pengunjung melihat kembali material yang familiar melalui perspektif berbeda.
Elemen lingkaran pada bagian atas instalasi menjadi pusat perhatian, terinspirasi dari mata, kompas, dan matahari sebagai simbol pengamatan, pencarian arah, serta awal dari siklus baru. Sementara itu, bentuk, warna, dan tekstur lainnya mempertahankan karakter material yang telah dikenal. “Semangat Explore New Horizons bagi kami adalah keberanian untuk melihat kembali hal-hal yang sudah familiar dari perspektif berbeda,” ujar Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer TACO.
Material sebagai Bagian dari Eksplorasi Seni
Bagi Palette Studio, material menjadi titik awal untuk menemukan bentuk. “Sifat materialnya kami eksplorasi untuk menemukan komposisi yang sesuai dengan gagasan yang kami bawa,” ujar Aji Fajar, Founder Palette Studio. Sisa material HPL TACO kemudian ditempatkan bersama berbagai warna, motif, dan tekstur PVC untuk membentuk karakter instalasi, sekaligus membawa gagasan tentang pemanfaatan material yang masih memiliki nilai setelah proses produksi.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan batas antara seni, desain, interior, dan teknologi yang semakin cair dalam praktik seni rupa kontemporer. Enin Supriyanto, Artistic Director Art Jakarta, melihat penggunaan material industrial dalam karya Aji sebagai sesuatu yang relevan dengan perkembangan seni rupa saat ini.
“Batasan seperti ini seni, ini desain interior, ini engineering, sebenarnya sudah tidak berlaku,” jelasnya. Menurut Enin, pertanyaan tentang apakah The Curiosity Engine termasuk patung, instalasi, atau furnitur justru memperlihatkan kebiasaan kita dalam mengotak-ngotakkan karya.
Dari Gerakan Desain Memphis hingga Pengalaman Interaktif

Enin juga melihat keterkaitan antara bentuk geometris, warna, dan pendekatan material The Curiosity Engine dengan semangat Memphis, gerakan desain yang berkembang di Italia pada 1980-an melalui tokoh seperti Ettore Sottsass. Dalam pendekatan tersebut, furnitur seperti kursi, lemari, dan sofa diperlakukan sebagai objek eksperimental yang batas fungsinya dapat dipertanyakan. Karakter serupa terlihat dalam karya Aji, ketika bentuk menyerupai patung sekaligus memiliki elemen seperti laci dan komponen mekanis.
Konsep Curiosity Engine sendiri membuka kemungkinan untuk dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih interaktif. Enin melihat potensi pada tombol, tuas, dan elemen mekanis yang dapat disentuh atau digerakkan pengunjung.
“Hubungan yang teknis dengan materi, dengan wawasan, itu penting bagi pengalaman untuk menjadi pengalaman estetik,” pungkasnya. Kolaborasi TACO dan Palette Studio pun memperlihatkan bagaimana material yang dekat dengan keseharian dapat membuka percakapan baru ketika ditempatkan dalam konteks seni.