Mencicipi 3 Seri The Grange, Vintage Wine Andalan Penfolds
Melihat “Witness”, Pameran Solo Miranda Mazuki di ara contemporary

Melihat “Witness”, Pameran Solo Miranda Mazuki di ara contemporary

Perempuan perupa Miranda Mazuki, mengeksplorasi hubungan antara ingatan, persepsi, dan ketidakpastian, sekaligus mengajak pengunjung untuk melihat dari perspektif yang berbeda.
1

Bagaimana ingatan tentang rasa terasing dituangkan dalam karya seni? Lewat Witness, Miranda Mazuki menghadirkan rangkaian karya yang mengeksplorasi hubungan antara ingatan, persepsi, dan ketidakpastian. Berlangsung di ara contemporary, pameran solo ini mengajak pengunjung untuk melihat lebih dekat sekaligus mempertanyakan bagaimana kita memahami sesuatu yang ada di hadapan kita.

Menyoal Ingatan dan Persepsi

2

Dalam praktik seninya, Miranda kerap mengeksplorasi tema ketidakstabilan, perubahan, dan keterasingan. Melalui Witness, ia membawa gagasan tersebut ke dalam karya-karya yang berangkat dari suasana malam.

“Dalam praktik saya, saya sering mengeksplorasi tema ketidakstabilan, perubahan, dan keterasingan. Untuk Witness, karya-karya ini berangkat dari latar malam. Gagasan di baliknya adalah melakukan tindakan melihat tanpa sepenuhnya memahami apa yang kita lihat di hadapan kita,” ujar Miranda Mazuki.

Advertisement

Ia melanjutkan, “Ada semacam keintiman, tetapi juga rasa mengusik, karena kita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ditujukan untuk kita lihat dan pada akhirnya menjadikan kita sebagai saksi.”

Melalui pengalaman tersebut, pengunjung tidak hanya ditempatkan sebagai penikmat karya, tetapi juga sebagai seseorang yang mengamati dan membentuk pemahamannya sendiri terhadap apa yang ada di hadapan mata.

Membayangkan Masa Depan lewat “Future Tense”

3

Selain Witness, ara contemporary juga menghadirkan Future Tense karya seniman asal Vietnam, Arlette Quỳnh-Anh Trần. Terinspirasi dari sejarah World Expo, pameran ini membayangkan kembali masa depan Dunia Ketiga melalui perpaduan sejarah, arsitektur, dan bunyi.

Berangkat dari sejarah World Expo 1964 di New York dan Expo 1970 di Osaka, Future Tense menghadirkan ruang spekulatif yang menyoroti perubahan gagasan tentang masa depan Dunia Ketiga dari waktu ke waktu.

Dua Pameran, Dua Cara Melihat

Hadir berdampingan di ara contemporary, Witness dan Future Tense menawarkan dua pendekatan berbeda dalam melihat waktu dan pengalaman. Miranda membawa pengunjung pada pengalaman mengamati ingatan, persepsi, dan ketidakpastian, sementara Arlette mengarahkan pandangan pada kemungkinan masa depan.

Keduanya sama-sama membuka ruang untuk melihat kembali cara kita memahami apa yang telah terjadi, apa yang sedang berlangsung, dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Witness dan Future Tense dapat dinikmati di ara contemporary pada 26 September hingga 8 November 2026.

Teks = Lunetta Maliha

Editor = Mardyana Ulva

Previous Post
WEB HERO HEADER (12)

Mencicipi 3 Seri The Grange, Vintage Wine Andalan Penfolds

Advertisement
Sign in