Berwisata Kuliner ke 8 Restoran Berlabel Terbaik di Singapura

Kerinduan menikmati sajian khas resto di Negeri Singa tak lagi menjadi angan belaka setelah pemerintah Singapura membuka pintu negaranya bagi para wisatawan.

Walau kuliner di negeri sendiri tetap nomor satu di hati, namun kelezatan kuliner di Singapura juga menjadi salah satu hal yang dirindukan ketika pandemi terjadi. Siapa yang tidak rindu dengan sajian kuliner yang menggoyang lidah di restoran berkelas di sana? Tentu setelah pemerintah Singapura mengumumkan bahwa negaranya telah membuka pintu masuk bagi wisatawan asing tanpa karantina, hal ini disambut baik oleh para pecinta kuliner di seluruh dunia.

Sebagai negara tetangga, Anda pasti tak asing lagi dengan sajian yang dihidangkan di Singapura. Namun, pernahkah Anda berkunjung dan menikmati sajian kuliner di 8 restoran berlabel Michelin dan “World’s Best Restaurants and Asia” berikut untuk menjajal keunikan makanan dari berbagai penjuru negeri?

 

Advertisement

Odette

Restoran yang berlokasi di bangunan bersejarah National Gallery Singapore ini telah tercatat sebagai peraih bintang tiga Michelin. Resto yang juga tercatat di posisi kedua “Asia’s 50 Best Restaurants 2021” ini juga mengusung makanan Prancis dengan bahan makanan Asia yang kaya akan rasa.

Anda dapat mencoba hidangan kepiting cokelat yang disajikan dengan minyak wasabi dan pir nashi, kemudian burung dara renyah dengan lada Kampor di sini. Sang koki, Julien Royer, juga menciptakan hidangan yang tak kalah lezat seperti udang tartar, kerang mussel dan kaviar dengan bumbu miso.

 

Les Amis

Les Amis merupakan resto fine dining yang wajib dikunjungi ketika Anda menyambangi Singapura. Pasalnya, restoran ini merupakan penggerak tren resto fine dining sejak tahun 1994. Hidangan yang disajikan adalah hidangan a la Prancis buatan Chef Sebastien Lepinoy seperti cold angel hair pasta dengan kombu, kaviar dan black truffle, sea urchin souffle dengan saus anise dan kristal kaviar, serta egg maurette dengan lapisan black truffle dan saus bourguigonne. Baru membayangkannya saja sudah membuat lapar, bukan?

 

Burnt Ends

Pecinta hidangan bakar, sajian barbeque dari Chef Dave Pynt tak boleh dilewatkan. Selain menyajikan hidangan laut, sayur, dan telur yang dimasak dengan cara dibakar yang menggugah selera, Burnt Ends yang menyandang predikat satu bintang Michelin ini juga memberikan pengalaman berbeda menikmati hidangannya lewat konsep dapur terbuka dan menu yang berbeda setiap harinya.

 

Zen

Filosofi sesungguhnya dari kata ‘zen’ sungguh ada di tiap lantai dari restoran bertingkat tiga ini. Setiap lantai mewakili fungsinya masing-masing. Lantai dasar merupakan ruang makan camilan dan makanan pembuka, di lantai dua menjadi ruang menyantap makanan utama, dan di lantai tiga untuk hidangan penutup. Seluruh menu yang disajikan Chef Tristin Farmer merupakan sajian a la Prancis, Nordik, dan Jepang dengan Grand Tradition French Toast sebagai menu paling favorit.

 

Cloudstreet

Jika Anda belum pernah mencoba hidangan a la Australia Barat dan Sri Lanka yang berbaur, Cloudstreet menjadi restoran di Singapura yang dapat Anda kunjungi. Sajian fine dining bernuansa kontemporer terasa khas ditambah dengan konsep tata ruang chef’s counter yang interaktif membuat para tamu bisa mengobrol langsung dengan koki saat bersantap.

Sajian istimewanya terdiri dari Western Australian Marron (lobster dari Australia Barat) dengan kari kuning khas Sri Lanka. Aneka kreasi mocktail yang unik juga tersaji seperti misalnya minuman yoghurt dengan fermentasi buah nangka atau air kapulaga.

 

Labyrinth

Jajanan khas Singapura yang dikreasikan menjadi hidangan modern adalah keunggulan resto yang digawangi oleh Chef Han Li Guang. Terdiri dari hidangan andalan seperti Chili Crab yaitu kepiting lokal liar, es krim chili crab, daun kari, dan roti goreng. Selain itu, Labyrinth juga mengusung usaha keberlanjutan dengan mendatangkan berbagai produsen kecil makanan lokal Singapura di sana. Membuat usahanya ini mendapat penghargaan “Flor de Cana Sustainable Restaurant Award 2021”.

 

Euphoria

Baru dibuka pada akhir 2020, Euphoria telah mencuri perhatian para pecinta kuliner di Singapura. Kini para wisatawan pun boleh mencicipi lezatnya sajian bergaya gastronomy kreasi Chef Jason Tan. Sajian utama khasnya selalu mengombinasikan Cevennes onion yang memiliki rasa lembut dan tidak memiliki rasa pahit. Yang patut dicoba adalah Oignon Jamboree dengan Cevennes parfait, pickled pearl onions, yellow onion puree, charred onion, dan kaldu kombu dengan Oscietra Caviar.

 

JAAN by Kirk Westway

Penggemar kuliner Inggris, menu Langoustine atau Lobster Norwegia dari restoran ini akan memanjakan lidah Anda secara luar biasa. Selain menyuguhkan hidangan klasik dengan sentuhan fine dining, Anda juga akan merasakan pengalaman menikmati kuliner seperti layaknya di sebuah galeri seni. Pasalnya, suguhan yang disajikan begitu cantik, terinspirasi dari English Garden serta mengombinasikan 30 jenis sayuran berbeda, herba dan bunga yang dapat dimakan.

 

Saatnya menulis nama-nama resto tersebut di salah satu bucket list Anda saat berkunjung ke Singapura nanti!

 

JESSICA ESTHER
Foto: Petrie PR

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Teknik Self-care dan Self-healing yang Menenangkan Untuk Para Caregivers

Teknik Self-care dan Self-healing yang Menenangkan Untuk Para Caregivers

Next Post
Mengapa Perdagangan Organ Manusia Ilegal dan Terlarang?

Mengapa Perdagangan Organ Manusia Ilegal dan Terlarang?

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.