Etalase, Karya Arahmaiani Paling Kontroversial yang Kini Menjadi Koleksi Galeri Nasional
Yialos Taverna, Dari Rumah Patron Seni Menjadi Destinasi Bersantap Baru di Menteng

Yialos Taverna, Dari Rumah Patron Seni Menjadi Destinasi Bersantap Baru di Menteng

Di kawasan Menteng yang dipenuhi rumah-rumah lama dengan sejarah panjang, ada bangunan di Jalan Pasuruan No. 3 yang pernah menjadi titik temu penting bagi dunia seni Indonesia. Rumah milik Alexander Papadimitriou itu dahulu dikenal sebagai “The Jakarta Salon”, tempat para seniman, kolektor, penulis, hingga pemikir berkumpul dalam percakapan yang ikut membentuk ekosistem seni modern Indonesia.

Di ruang-ruang inilah ide bertukar, relasi terbangun, dan diskusi tentang seni berjalan hingga larut malam. Rumah tersebut bukan sekadar kediaman pribadi, melainkan ruang budaya yang hidup di tengah Jakarta. Kini, alamat yang sama memasuki babak baru lewat hadirnya Yialos Taverna Menteng, restoran Greek-Mediterranean yang membawa energi berbeda tanpa sepenuhnya melepaskan jejak sejarahnya.

Ketika Sejarah Bertemu Gaya Hidup Urban

Menteng selalu memiliki daya tarik yang sulit dijelaskan. Ada ketenangan khas kawasan lama Jakarta, tetapi juga ritme sosial yang terus bergerak lewat galeri, butik, dan restoran yang menjadi tempat berkumpul generasi urban hari ini. Yialos Taverna tampaknya memahami karakter itu dengan baik.

Advertisement

Restoran terbaru dari Dear Butter Group ini hadir dengan suasana yang mengingatkan pada coastal taverna di Yunani. Interiornya terasa hangat dan lapang, dengan sentuhan elegan yang tidak berlebihan. Di dalamnya terdapat ruang VIP untuk private gathering, playground, hingga nursery room yang membuatnya terasa ramah bagi berbagai jenis pertemuan, dari makan malam intim hingga makan keluarga besar.

Namun yang membuat tempat ini menarik bukan hanya desain atau menunya. Ada lapisan cerita yang membuat pengalaman bersantap di sini terasa lebih kaya. Sulit mengabaikan fakta bahwa orang-orang kini menikmati seafood segar dan segelas wine di ruang yang dahulu menjadi tempat lahirnya berbagai percakapan penting tentang seni dan budaya Indonesia.

Ruang Baru untuk Berkumpul dan Bertukar Cerita

Semangat berkumpul itu juga terasa dalam konsep makanan Yialos Taverna. Menu Greek-Mediterranean mereka dirancang untuk dinikmati bersama. Ada Grilled Baby Squid, Spicy Prawn Vongole, Greek Fish Soup, hingga Salt-Baked Fish yang disajikan dengan pendekatan sederhana namun penuh rasa.

Seafood station yang memungkinkan tamu memilih langsung bahan segar mereka menghadirkan suasana yang lebih hidup, mengingatkan pada pasar pesisir Mediterania yang ramai dan hangat. Di sisi lain, signature dishes seperti Grilled Octopus dan Athenian Lobster Pasta tetap hadir untuk mempertahankan identitas Yialos yang sebelumnya dikenal lewat cabangnya di Senopati.

Mungkin inilah yang membuat sebuah kota terasa terus hidup. Bangunan lama tidak berhenti menjadi kenangan, melainkan menemukan bentuk baru yang tetap mengundang orang datang, duduk bersama, dan berbagi cerita. Di Menteng, rumah yang dulu dipenuhi diskusi tentang seni kini kembali ramai oleh percakapan, hanya dengan aroma laut, minyak zaitun, dan piring-piring yang datang silih berganti di atas meja.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Etalase, Karya Arahmaiani Paling Kontroversial yang Kini Menjadi Koleksi Galeri Nasional

Etalase, Karya Arahmaiani Paling Kontroversial yang Kini Menjadi Koleksi Galeri Nasional

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.