
Pernikahan Gabbriette dan Matty Healy pada akhir Juli 2026 menjadi momen penting bagi Matières Fécales. Rumah mode asal Kanada yang didirikan Hannah Rose Dalton dan Steven Raj Bhaskaran ini memperkenalkan lini bridal pertamanya melalui tiga rancangan couture yang dikenakan Gabbriette sepanjang rangkaian pernikahan. Masing-masing diberi nama Leigh, Gabriella, dan Healy, dengan karakter yang berbeda namun tetap memperlihatkan identitas khas Matières Fécales.
Leigh, Gaun Arsip Maison Margiela yang Diberi Kehidupan Baru

Rangkaian bridal dibuka dengan Leigh, tampilan yang dikenakan Gabbriette saat wedding rehearsal. Alih-alih menciptakan busana baru sepenuhnya, Matières Fécales memilih sebuah gaun arsip Maison Margiela berwarna hitam sebagai “something old” milik Gabbriette.
Hannah Rose Dalton dan Steven Raj Bhaskaran kemudian mengolah kembali gaun tersebut dengan menambahkan efek tulle khas Matières Fécales pada bagian belakang. Seluruh detail distressed dikerjakan secara manual oleh Steven Raj Bhaskaran, menjadikan rancangan arsip ini hadir dengan karakter baru tanpa menghilangkan jejak desain aslinya.
Gabriella, Gaun Pengantin yang Menjadi Pusat Perhatian

Sebagai tampilan utama, Gabriella menjadi gaun pengantin yang menandai debut bridal Matières Fécales. Rancangan ini dibuat dari silk taffeta berwarna toile dengan siluet Victorian yang ditafsirkan ulang melalui pendekatan khas rumah mode tersebut.
Teknik micro pleating membentuk siluet tubuh sebelum berkembang ke bagian belakang dengan four-tier bustle dan ekor panjang. Detail déchiré yang dikerjakan sepenuhnya dengan tangan hadir pada bagian leher, lengan, hingga ekor gaun, sementara aksen tulle memberikan dimensi lembut yang kontras dengan konstruksi busana. Tampilan ini kemudian disempurnakan melalui veil karya Stephen Jones dan sepatu hasil kolaborasi Christian Louboutin × Matières Fécales.
Healy, Setelan Penutup Acara Bernuansa Putih

Sebagai penutup rangkaian bridal, Gabbriette mengenakan Healy untuk pesta setelah pernikahan. Berbeda dari gaun pengantin utamanya, tampilan ini hadir sebagai setelan putih dari buttery lamb leather dengan potongan tailoring yang tegas.
Garis bahu yang kuat, tepian kulit berpotongan mentah (raw skin hems), serta aksen tulle chiffon pada bagian belakang memberikan kesan ringan dan bergerak saat dikenakan. Meski tampil lebih sederhana, Healy tetap mempertahankan bahasa desain Matières Fécales yang selama ini dikenal melalui permainan tekstur dan detail yang tidak konvensional.

Melalui Leigh, Gabriella, dan Healy, Matières Fécales tidak mengubah identitasnya demi memasuki dunia bridal. Sebaliknya, Hannah Rose Dalton dan Steven Raj Bhaskaran menerjemahkan bahasa desain yang telah mereka bangun ke dalam tiga busana couture yang saling melengkapi. Dipadukan dengan gaya personal Gabbriette yang selama ini dikenal berani dan tidak mengikuti pakem, debut bridal ini menjadi awal baru bagi Matières Fécales tanpa meninggalkan karakter yang menjadi ciri khas rumah mode tersebut.