
Ada yang menarik dari sosok Jean Grey (Sadie Sink) dalam Spider-Man: Brand New Day (2026). Pada awalnya, semua penonton pasti sepakat bahwa ia adalah sosok penjahat. Dengan kemampuan telepatinya, ia memanipulasi pikiran, menciptakan kekacauan, bahkan menggunakan orang-orang di sekitar Peter Parker (Tom Holand) demi mencapai tujuannya.
Namun semakin jauh ceritanya berjalan, semakin terlihat bahwa kemarahannya sebenarnya berakar pada kehilangan. Jean sedang mencari saudara perempuannya yang meninggal setelah dijadikan objek eksperimen, sementara petunjuk terakhir yang ia miliki hanyalah tulisan “V-max” yang ia kira merupakan nama sebuah program. Di balik amarahnya, sebenarnya ada jiwa terluka yang sedang berusaha memahami mengapa orang yang ia cintai harus pergi.
Ketika Duka Tidak Punya Ruang untuk Pulang
Yang membuat perjalanan Jean terasa menyentuh adalah bagaimana film perlahan memperlihatkan bahwa amarahnya bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ia adalah bentuk lain dari duka yang tidak pernah menemukan tempat untuk diproses.
Banyak perempuan mungkin mengenali pola ini dalam kehidupan nyata. Ketika seseorang terlalu marah, terlalu defensif, atau terlalu keras, kita sering buru-buru memberinya label: sulit, toksik, bahkan jahat. Padahal, bisa jadi yang sedang kita lihat adalah seseorang yang terlalu lama terluka tanpa pernah merasa cukup aman untuk mengakuinya.
Yang Kita Butuhkan Hanya Seseorang yang Mengingatkan
Salah satu adegan paling emosional hadir ketika Jean memasuki ingatan Peter tentang masa lalunya bersama sang bibi. Dalam memori itu, suara sang bibi seolah menjadi suara yang akhirnya sampai kepada Jean: bahwa orang lain mungkin menyakiti atau menjauhi kita karena kita berbeda, tetapi itu bukan alasan untuk kehilangan kebaikan dan belas kasih kepada sesama.
Yang menarik, kata-kata itu sebenarnya ditujukan kepada Peter. Namun karena Jean melihat semuanya dari sudut pandang Peter, untuk sesaat ia juga menjadi orang yang menerima penghiburan tersebut. Seolah-olah, setelah begitu lama dipenuhi amarah, ia akhirnya menemukan sosok keibuan yang selama ini hilang.
Mungkin itulah yang membuat adegan tersebut terasa begitu emosional. Bukan karena satu nasihat tiba-tiba menyembuhkan seluruh luka, tetapi karena untuk pertama kalinya Jean mendapatkan ruang untuk merasa bahwa dirinya masih layak dikasihi.
***
Pada dasarnyam Spider-Man: Brand New Day ini memang film tentang pahlawan super. Namun seperti halnya kisah-kisah lain tentang kehidupan, film ini membawa pesan yang mengingatkan kita bahwa tidak semua kemarahan perlu dilawan dengan kemarahan.
Luka yang dialami Jean Grey hanya membutuhkan tempat aman untuk didengar. Seperti halnya hidup di dunia nyata, orang yang terlihat paling keras seringkali sedang menunggu seseorang mengatakan: kamu tidak harus menjadi baik kepada dunia yang menyakitimu, tetapi kamu juga tidak perlu kehilangan belas kasihmu hanya karena pernah terluka.