Remarkably Bright Creatures: Film tentang Kehilangan dari Mata Seekor Oktopus

Kita tidak selalu dapat menghindari kehilangan, tetapi kita dapat memilih untuk hadir ketika orang lain sedang melewatinya.
film incredibly bright creatures (3)
Hubungan Tova Sullivan (Sally Field) dengan Marcellus si gurita menjadi salah satu ruang tempat ia dapat berbicara tanpa harus menjelaskan seluruh dirinya.

Kalau Anda sedang jenuh dengan situasi terkini yang membuat Anda sulit menemukan harapan, coba saksikan film baru di Netflix yang diadaptasi dari novel berjudul sama: Remarkably Bright Creatures (2026). Yang menarik, ceritanya dinarasikan oleh seekor oktopus besar bernama Marcellus. Dari balik akuariumnya, ia mengamati kehidupan manusia yang menurutnya sering kali membingungkan, tetapi sesekali mampu menjadi remarkably bright creatures—hence the title.

Di antara manusia-manusia itu ada Tova Sullivan (Sally Field), seorang perempuan lanjut usia yang bekerja sebagai petugas kebersihan di akuarium setelah kehilangan suami dan anaknya, serta Cameron (Lewis Pullman), seorang pemuda yang datang membawa persoalan dan kehilangan versinya sendiri. Perlahan, kehidupan mereka saling terhubung dan menunjukkan bahwa manusia mungkin dapat belajar bertahan bukan karena mereka tidak membutuhkan siapa pun, melainkan karena mereka menemukan orang-orang yang bersedia hadir.

Jalan untuk Kembali

film incredibly bright creatures (5)
Pertemanan Tova dengan Marcellus dan orang-orang di sekitarnya memperlihatkan bahwa menjalani hidup secara mandiri tidak berarti seseorang harus menjalaninya sendirian.

Dari balik akuariumnya, Marcellus mengamati manusia dengan segala kebiasaan yang menurutnya sering kali membingungkan. Ia juga menjadi saksi betapa kehilangan dapat membuat seseorang menarik diri dari kehidupan, sementara kehadiran orang lain perlahan membantunya menemukan jalan untuk kembali. Film ini mengingatkan bahwa kehilangan memang dapat mengubah hidup, tetapi kehadiran orang lain dapat membuat kita kembali merasa menjadi bagian dari dunia.

Advertisement

“Delapan tentakelku dipenuhi alat pengisap, yang mampu merasakan sentuhan, mencium aroma, dan mengecap rasa,” gumam Marcellus dari balik akuariumnya. “Sinyal yang kutangkap melalui satu sentuhan saja berada di luar kemampuan manusia yang terbatas untuk memahaminya. Bahkan, bisa jadi satu tentakelku memiliki kecerdasan yang lebih besar daripada yang dimiliki manusia di seluruh tengkoraknya.”

“Meski penglihatanku semakin hari semakin redup, alat-alat pengisapku telah menangkap sesuatu,” katanya lagi, mengamati pertemanan Tova dan Cameron. “Perempuan yang bekerja sebagai petugas kebersihan itu dan pemuda tersebut memiliki luka yang serupa. Menolong salah satunya bisa jadi akan membantu menyembuhkan yang lainnya.”

Namun film Incredibly Bright Creatures tidak menggambarkan hubungan antarmanusia sebagai sesuatu yang selalu besar dan dramatis. Dukungan justru hadir melalui hal-hal sederhana: seseorang yang memberikan pekerjaan, tetangga yang memperhatikan, teman yang bersedia mendengarkan, atau orang asing yang perlahan menjadi bagian dari kehidupan kita. Bagi Tova, jaringan kecil semacam itu menjadi pengingat bahwa hidup masih memiliki ruang untuk hubungan baru setelah kehilangan.

Hadir untuk Mereka yang Bermakna

film incredibly bright creatures (7)
Meski bercerita tentang manusia-manusia yang mengalami kehilangan, film Remarkably Bright Creatures ini luar biasa penuh harapan bagi kemanusiaan.

Hubungan Cameron dengan Avery (Sofia Black-D’Elia), perempuan yang ia sukai, bahkan menjadi salah satu contoh kecil tentang perhatian yang perlu diwujudkan dalam tindakan. Ketika Cameron menunda membalas pesan Avery, Cameron membela diri bahwa ia memang menyukai Avery dan sedang flirting. Namun Tova langsung menegurnya.

Flirting? Apa itu flirting? Flirting itu tidak ada artinya. Hanya kata-kata dan tatapan… Hal-hal yang benar-benar berarti membutuhkan waktu dan usaha!” hardik Tova dengan nada ibu-ibu yang memarahi anaknya. Langsung pula ia sambung hardikannya itu dengan menelepon Avery dan menjadi mak comblang bagi dua muda-mudi tersebut.

Kalimat Tova itu mungkin terdengar sederhana (atau justru mengundang emosi?), tetapi juga menjadi prinsip yang berlaku pada banyak bentuk hubungan. Perhatian tidak berhenti pada perasaan yang kita simpan sendiri. Ia membutuhkan waktu, usaha, kehadiran, dan kesediaan untuk benar-benar melakukan sesuatu bagi orang lain.

Kecerdasan Manusia yang Paling Penting

film incredibly bright creatures (4)
Seperti yang diamati Marcellus dari balik akuariumnya, kemampuan manusia untuk hadir dan saling menjaga adalah bentuk kecerdasan manusia yang paling luar biasa.

Kalau menurut Marcellus, kecerdasan manusia tidak selalu terlihat dari kemampuan memecahkan masalah atau menciptakan sesuatu yang rumit. Kecerdasan manusia justru ditemukan dalam keputusan-keputusan kecil ketika seseorang memilih untuk tinggal, mendengarkan, membantu, dan memberi ruang bagi orang lain untuk kembali menemukan dirinya.

“Pada dasarnya, manusia itu membosankan dan ceroboh, tetapi sesekali mereka bisa menjadi makhluk yang luar biasa cemerlang,” ujar Marcellus.

film incredibly bright creatures (6)
The Knitwits, kawan merajut Tova yang juga hadir menemaninya menjalani masa senja dengan berbagai dinamikanya

Kisah Tova memperlihatkan bahwa kehilangan dapat mengubah cara seseorang menjalani hidup, tetapi tidak harus menjadi akhir dari hubungan dengan dunia. Kawan lama tetap hadir dan saling menjaga, dan persahabatan dapat tumbuh pada usia berapa pun. Yang juga terasa hangat dari film ini: bentuk keluarga dapat ditemukan dalam komunitas yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.

***

Film Remarkably Bright Creatures meraih tiga nominasi Primetime Emmy Awards 2026, dengan kemenangan untuk Outstanding Movie dan Outstanding Lead Actress bagi Sally Field dalam perannya sebagai Tova Sullivan, serta satu nominasi untuk kategori kostum. Dari kisah seekor oktopus dan dua manusia yang sama-sama membawa kehilangan, saya pikir film ini benar-benar mengajak kita melihat kembali bentuk kecerdasan manusia yang paling penting: kemampuan untuk saling hadir dan menolong manusia lainnya.

Previous Post
20260918043852-a4442

Social House X Pitch+: Ketika Rasa Lama Menemukan Bentuk Baru

Next Post
Facade Lobby, Angsana Bogor Gunung Geulis

Angsana Membuka Babak Baru di Tengah Lanskap Gunung Geulis

Advertisement
Sign in