
Film The Odyssey (2026) yang dibintangi oleh Matt Damon, Anne Hathaway, Zendaya, dan Tom Holland kembali menghidupkan salah satu konsep paling penting dalam mitologi Yunani, yaitu xenia. Istilah ini sering diterjemahkan sebagai hospitality atau keramahtamahan. Namun, maknanya jauh melampaui tradisi menyambut tamu dengan makanan dan tempat beristirahat.
Xenia adalah kesepakatan moral tentang bagaimana manusia memperlakukan ruang, kepercayaan, dan kebaikan yang diberikan orang lain. Meski lahir ribuan tahun lalu, nilai ini terasa tetap relevan di tengah kehidupan modern yang dipenuhi berbagai bentuk kolaborasi, komunitas, dan hubungan profesional.
Xenia dan Keramahan yang Berjalan Dua Arah
Dalam tradisi Yunani Kuno, seorang tuan rumah berkewajiban memberikan perlindungan, rasa aman, serta memenuhi kebutuhan tamunya. Sebaliknya, seorang tamu juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati rumah yang ia datangi, tidak mengambil lebih dari yang dibutuhkan, dan pergi ketika waktunya tiba. Keramahan tidak pernah dimaksudkan menjadi hubungan yang berjalan satu arah.
Dalam The Odyssey, para pelamar Penelope (Anne Hathaway) justru melanggar prinsip tersebut. Mereka datang sebagai tamu, tetapi memanfaatkan kemurahan hati keluarga Odysseus demi kepentingan pribadi. Mereka menghabiskan sumber daya, mengambil alih ruang, dan memperlakukan rumah yang mereka tempati seolah-olah menjadi milik mereka sendiri.
Xenia dalam Kehidupan Modern
Nilai xenia tidak berhenti pada kisah tentang sebuah rumah. Ia juga mengajarkan bagaimana kita hadir dalam hubungan, komunitas, hingga tempat kerja. Ada kalanya kita datang dengan niat berkolaborasi, tetapi tanpa sadar mulai mengambil terlalu banyak dari ruang yang menerima kita.
Ruang aman pun terkikis, karena memberi menjadi kewajiban yang seolah tidak pernah memiliki batas. Ketika kemurahan hati dianggap sebagai sesuatu yang akan selalu tersedia, keseimbangan perlahan menghilang. Hubungan yang sehat akhirnya bergantung pada satu pihak yang terus memberi, sementara pihak lain terus menerima.
Makna xenia hari ini adalah mengingat bahwa setiap ruang yang kita masuki merupakan titipan kepercayaan. Baik sebagai tamu, rekan kerja, anggota komunitas, maupun sahabat, kita selalu membawa jejak dalam setiap hubungan yang kita bangun. Sebelum meninggalkan sebuah ruang, ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan: apakah kehadiran kita membuat ruang itu terasa lebih hangat, lebih ringan, dan lebih utuh, atau justru menguras energi orang-orang di dalamnya?