“Mother Mary” dan Puitisnya Sebuah Rekonsiliasi

Seorang diva, seorang perancang, dan sebuah rekonsiliasi yang menyakitkan; "Mother Mary" besutan David Lowery menampilkan duet apik Anne Hathaway dan Michaela Coel.
Mother Mary (Anne Hathaway) dalam konser terakhirnya, memulai kisah panjang yang diceritakan dalam Mother Mary. Foto oleh Frederic Batier. Courtesy A24.

Rekonsiliasi adalah sebuah eksorsisme. Dalam permusuhan, dua orang saling menyakiti. Seperti kata Buddha, mempertahankan kemarahan ibarat menggenggam bara panas untuk dilemparkan kepada orang lain; kita-lah yang akan terbakar. Berusaha melepaskan kebencian, lantas, tentulah menyakitkan. Mother Mary besutan David Lowery adalah tentang pedihnya rekonsiliasi dan puitisnya memaafkan.

Sinopsis

Dalam Mother Mary, Anne Hathaway memerankan sang tokoh titular, Mother Mary; seorang bintang pop yang akan tampil dalam konser comeback setelah sebuah kecelakaan panggung.

Tidak puas dengan kostum panggungnya, MM, panggil karibnya, memutuskan menemui kolaborator lamanya, Sam Anselman yang diperankan oleh Michaela Coel; sosok yang tidak lagi berkomunikasi dengan MM setelah sang bintang mengklaim kredit kreatif darinya.

Advertisement

Kolaborasi kreatif keduanya menjadi sebuah pengalaman supernatural. Ibarat eksorsisme, Mother Mary dan Sam dipaksa menghadapi hantu masa lalu yang melukai mereka.

Proses perancangan gaun ini mendorong sebuah proses rekonsiliasi menyakitkan yang memaksa baik MM maupun Sam untuk mengonfrontasi luka masing-masing.

Ulasan

Narasi ini dianalogikan dalam metafora yang indah—sekaligus berdarah. Pahit dan sakitnya kepercayaan yang hilang, trauma yang diakibatkan oleh konflik, digambarkan lewat imaji yang horor dan gory

Hasilnya justru sebuah visual yang cantik: melankolis, memang, tetapi puitis. Seperti kain merah yang berkibar mengemuka sepanjang cerita, proses memaafkan memang tidak mudah, tetapi closure yang didapatkan di akhir begitu melegakan dan meringankan. 

Persis seperti sebuah apologi: intim, tidak nyaman, tetapi katarsis.

Dramaturgi yang Menyihir

Sutradara David Lowery membesut Mother Mary sebagai sebuah sinema yang edgy dan bergaya. Menarik bahwa rekonsiliasi dianalogikan dalam hubungan kreatif antara seorang musisi dan perancang. Pasang surut dinamika persahabatan diibaratkan dalam polemik showbiz: siapakah sang seniman, siapakah sang muse?

Belakang layar proses menjelmanya seorang popstar dibedah dengan brutal. Seorang bintang pop adalah sebuah imaji, kanvas yang dilukis oleh banyak tangan. Seorang diva dan seorang perancang, masing-masing tertarik kepada satu sama lain seperti ngengat kepada api: terpukau oleh karya, tersihir oleh karisma. Lantas, bagaimana menelaah kredit intelektual apabila karya yang diciptakan adalah individu yang hidup dan bernapas?

Akan tetapi, apabila dihayati, isu ini sejatinya menjadi metafora cinta dan benci dalam sebuah hubungan. Isu-isu yang dihadapi MM dan Sam, sejatinya, berakar kepada ketidakmampuan masing-masing untuk mengomunikasikan pertentangan. Kebisuan di masa lalu terasa menjadi pengkhianatan yang menyakitkan.

Itu sebabnya pula, mungkin, film ini penuh dengan kata-kata. Baik lewat dialog maupun lagu, Mother Mary adalah usaha MM dan Sam mengobati kebisuan mereka di masa lalu. Maka, obatnya, hanyalah dengan bicara.

Hingga akhirnya, secara harfiah, mereka bisa menyanyikan pujian bagi satu sama lain kembali–MM lewat single barunya, Sam lewat rancangan mutakhirnya–bahkan meskipun satu sama lain tidak lagi menyaksikan.

Permainan Teknis yang Memikat

Duet Anne Hathaway dan Michaela Coel begitu memikat. Anne sangat ekspresif baik dari gestur, wajah, hingga dialog. Sebaliknya, Michaela cenderung stoik, dengan suara yang meninabobokan. Konflik di antara kedua karakter ini pun menjadi menegangkan karena kontras yang mereka mainkan. Elektrik dan menyihir.

Sejumlah pemeran pendukung turut memperkuat jalan cerita. Hunter Schafer berperan sebagai Hilda, asisten perancang Sam; latar belakang sebagai model jelas membantu Hunter menguasai detail gestur pembuatan busana. FKA Twigs, pemeran si cenayang Imogen, dengan kemampuan tari dan akrobatnya, membuat gerakan-gerakan kerasukan yang memukau.

Keindahan ini tentu didukung oleh rancang produksi, kostum, dan musik yang apik. Seluruh cerita terjadi dalam lokakarya Sam, sebuah gudang gotik antik di tepian London. Interior gudang berganti seiring kilas-balik yang terjadi, dengan pencahayaan luar biasa cantik. Sebuah momen meta yang mengingatkan kepada panggung musik dan belakang layarnya: senantiasa gemerlap, tidak pernah padam.

Musik karya Charli XCX aransemen Jack Antonoff membuat soprano klasik Anne Hathaway lebih dapat dipercayai sebagai seorang popstar. Ada kualitas yang lebih melankolis di sini: bayangkan apabila Lana del Rey membuat lagu-lagu klub bergenre house. Padu-padan yang tidak biasa, tetapi justru berhasil: bukankah lanskap musik pop kontemporer dihiasi paradoks demikian?

Semuanya dibungkus dalam sinematografi dan editing yang piawai. Duet Andrew Doz Palermo dan Rina Yang menangkap mistisisme seorang popstar dengan komposisi yang magis. Kontras cahaya dan bayang-bayang membuat tiap frame terkesan misterius—apakah ini realitas atau khayali? 

Sementara sutradara David Lowery mengedit filmnya dengan dramatis. Adegan ketika wajah bersimbah air mata Mother Mary di lokakarya diselang-seling dengan potretnya dalam regalia panggung komplet, berhasil menangkap figur seorang seniman yang tersiksa.

Film ini bukan sebuah kisah horor, demikian tajuknya. Benar, memang: Mother Mary membedah dengan seksama kompleksitas sebuah proses kreatif, serta keindahan dan kepedihan yang menyertai hubungan manusia.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Lampu Dior Maison Corolle oleh Noé Duchaufour-Lawrance: Saat Siluet Couture Menjadi Desain Interior

Lampu Dior Maison Corolle oleh Noé Duchaufour-Lawrance: Saat Siluet Couture Menjadi Desain Interior

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.