
Antusiasme publik terhadap Musikal Senja Teduh Pelita menunjukkan geliat yang menjanjikan. Setelah tiket presale untuk seluruh jadwal awal pertunjukan pada 3–5 Juli 2026 ludes terjual dalam waktu singkat, Jakarta Movin mengumumkan perpanjangan masa pentas hingga 12 Juli 2026.
Penambahan jadwal ini membuka kesempatan bagi lebih banyak penonton untuk menyaksikan kisah futuristik yang diadaptasi dari lagu-lagu MALIQ & D’Essentials tersebut.
Musikal Senja Teduh Pelita, mengadaptasi lagu MALIQ & D’Essentials
Senja Teduh Pelita merupakan pertunjukan musikal science fiction futuristik yang memadukan musik, teater, dan kisah refleksi tentang masa depan bumi. Mengadaptasi lagu-lagu MALIQ & D’Essentials, musikal ini mengangkat tema keberanian, harapan, dan perjuangan generasi muda di tengah dunia yang berada di ambang kehancuran. Pertunjukan ini mengajak penonton membayangkan konsekuensi dari krisis lingkungan, pembangunan yang tidak berkelanjutan, hingga konflik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Plot: Dunia Pasca-Kehancuran dan Misi Mencari Harapan Baru

Kisah Senja Teduh Pelita membawa penonton ke masa depan ketika bumi porak-poranda akibat perubahan iklim, pengelolaan energi yang buruk, pandemi, serta peperangan antarbangsa. Populasi manusia menyusut drastis, sumber daya alam semakin langka, dan suatu hari seluruh orang dewasa menghilang tanpa jejak.
Di tengah situasi tersebut, anak-anak menjadi satu-satunya harapan yang tersisa. Seorang anak bernama Arah kemudian membentuk Pasukan Pelita, kelompok yang terdiri dari sembilan anak dengan kemampuan berbeda. Bersama Kala, Volta, Lanit, Hara, Palu, Raga, Binbin, dan Lagu, mereka memulai perjalanan untuk menemukan masa depan yang lebih baik bagi dunia yang telah ditinggalkan generasi sebelumnya.
Menurutnya, meski dijalani oleh karakter anak-anak, kisah ini sesungguhnya ditujukan untuk semua kalangan. “Anak-anak, orang dewasa, siapa pun bisa terhubung dengan perjalanan dan perjuangan di dalamnya,” tambahnya.
Dua Karakter Utama, Dua Perspektif Berbeda
Salah satu keunikan Senja Teduh Pelita terletak pada karakter utamanya, Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar. Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang interpretasi yang lebih luas bagi penonton.
Bagi Nuya Susantono, cerita ini tidak dibatasi oleh identitas gender tertentu. Penonton dapat memilih untuk menyaksikan perjalanan Arah melalui versi yang diperankan Alf maupun Daria, tanpa mengubah esensi kisah yang ingin disampaikan.

“Jujur, saya benar-benar tidak bisa menentukan apakah ini cerita tentang laki-laki atau perempuan. Setelah diresapi lebih dalam, saya sadar bahwa ini bukan cerita gender, melainkan cerita tentang manusia,” ujar Nuya Susantono, Produser dan Sutradara Musikal Senja Teduh Pelita.
Sementara itu, karakter Kala yang menjadi ahli sejarah dunia diperankan oleh Xandrea Abigail Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo. Kehadiran dua pemeran untuk karakter sentral ini menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda sekaligus memperkaya perspektif mengenai perjalanan para tokoh dalam membangun kembali peradaban.
***
Pertunjukan musikal hasil kolaborasi Jakarta Movin dengan grup musik MALIQ & D’Essentials serta didukung Indonesia Kaya ini akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3-12 Juli 2026. Tiket resmi pertunjukan dapat diperoleh melalui situs web maupun aplikasi tiket.com.