Andra Alodita Menghitung Langkah
Perjalanan menuju hidup sehat Andra Alodita dipenuhi dengan pembelajaran diri untuk mencapai hidup yang lebih berarti. Mulai dari langkah sederhana, Andra memotivasi dan memahami diri. Jejak yang ia telusuri kini dirasa telah membawa dirinya pada versi t
16 Jul 2020




Ketika berkunjung ke halaman Instagram Andra Alodita, pulasan warna semarak yang menghiasi foto-fotonya selalu didampingi dengan kata-kata motivasi yang penuh dengan semangat. Sejak tahun lalu, Andra, begitu panggilan akrabnya, kerap mendokumentasikan kisah perjuangannya dalam mencapai hidup dan tubuh yang lebih sehat setiap harinya melalui tagar #andrafitjourney di akun Instagramnya. Buat Andra, membagikan perjalanannya dalam menuju hidup sehat melalui unggahannya di media sosial menjadi pengingat akan progress yang telah ia lalui. Bukan sebuah kompetisi, bukan juga sebagai ajang untuk unjuk diri, namun sebagai pengingat akan rasa senang maupun momen penuh perjuangan dari perjalanan yang ia tempuh. “Semua unggahan yang saya buat dari tahun lalu hingga sekarang, pada dasarnya itu untuk memotivasi diri sendiri sih,” jelasnya.

Sang Ayah yang pertama kali mengajak Andra untuk berolahraga mulai dari langkah kecil, lebih tepatnya mulai dari 10.000 langkah setiap hari. Jika ingin berkilas balik beberapa tahun silam, hubungan Andra dengan olahraga tak selaras seperti yang dibayangkan. “Satu hari semangat olahraga, di hari berikutnya rasanya malas lagi,” ucapnya mengenang awal perjalanannya memulai hidup sehat. Alhasil percobaan pertamanya tak membuahkan hasil maksimal seperti yang diinginkan. Semenjak remaja, Andra memang telah bergelut dengan diet yoyo. “Saya bukan orang yang senang olahraga. Butuh motivasi yang luar biasa untuk bergerak,” ucapnya dengan jujur.
 
“Tiga bulan pertama, rasanya malas dan bosan,” ucap Andra. Untuk mencapai keberhasilan, tentunya dibutuhkan sebuah perjuangan. “My biggest enemy is me, ever since day one,” lanjutnya mengutip salah satu lagu dari Lady Gaga. “10.000 langkah? Duh, mimpi. Makan sayur? Masak sendiri? Ah, males,” tuturnya disusul dengan tawa. Kurang lebih, itu yang ada di benak Andra beberapa tahun sebelumnya. Rasa malas, lelah hingga patah semangat menghantui pikirannya, memang untuk menjadi lebih baik prosesnya tidak mudah dan tidak juga selalu mulus.
 
Andra kemudian menemukan cara untuk tetap menjaga semangatnya dalam berolahraga. Yang pastinya mulai dari diri sendiri, dari sebuah pemikiran dan pertanyaan “Kali ini mau sekadar diet atau mau hidup sehat?” Langkah awalnya untuk mengubah pola pikirnya terbukti telah membawanya ke versi terbaik dari dirinya. Perjalanannya untuk mencapai hidup yang lebih sehat ini tak melulu hanya soal olahraga apa yang dilakukan atau makanan apa yang dikonsumsi. Namun hal pertama yang tak kalah pentingnya ialah menentukan pola pikir seperti apa yang harus ditanamkan untuk mencapai target atau goal dalam hidup. Bagi Andra, pola pikir menjadi pondasi kokoh dalam membangun sebuah perencanaan.

“Tahun ini, yang saya ubah bukan kegiatannya, namun pola pikirnya. Saya belajar bagaimana cara memanifestasikan mimpi dan tujuan hidup.” Menentukan pola pikir akan tujuan yang lebih matang membawa Andra bertekad dan bersemangat untuk mempelajari lebih banyak ilmu demi menuju kehidupan yang lebih sehat. Tanpa ia sangka, perjalanan fit journey yang dijejakinya membawanya pada ilmu-ilmu baru. “Selama proses weight loss journey dan fit journey yang saya jalani enam bulan terakhir, justru saya banyak belajar soal mindfulness,” jelasnya.

 
 


 
Tak sebatas membuka pola pikir, namun juga mengubah pola pikir, terutama tentang mindful eating. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berjalan dari bulan Maret hingga bulan Juni memberinya waktu lebih untuk banyak belajar. Setelah bertahun-tahun kerap mengucapkan bahwa dirinya tidak bisa memasak, siapa sangka Andra justru menemukan proses self-healing dari kegiatan memasak. “Rasanya seperti mendapatkan ketenangan dan rasa bahagia dari proses menyiapkan, berkreasi, dan mengkonsumsi makanan yang saya buat,” ucapnya. Dibantu dengan binaan health coach Alvina Olivia, Andra belajar banyak mengenai makanan sehat. Dari pola makan, bagaimana menyiapkan makanan, dan manfaat baik ketika mengonsumsi makanan yang benar untuk tubuh. “Rasanya senang bisa bereksperimen di dapur,” lanjutnya lagi.
 
Ketika kita mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan yang tubuh kita butuhkan, jiwa dan raga kita juga akan terpenuhi. Hal tersebut menjadi salah satu pembelajaran dari Alvina yang kerap terbesit di benak Andra. Ragam kreasi makanan hasil tangan terampilnya juga tak luput diunggahnya di akun Instagram. Menu sarapan sederhana seperti roti sourdough dengan telur orak arik dan salad arugula, atau kreasi Quinoa Fried Rice menjadi salah satu dari sekian hidangan yang menghiasi hari-harinya dalam menempuh #andrafitjourney.
 
Untuk menjaga konsistensi dan semangat agar tak pernah pudar, Andra menuliskan tiap-tiap progresnya dalam sebuah jurnal. Dari perasaan yang ia rasakan pada hari itu, olahraga apa saya yang ia lakukan, dan makanan apa yang ia konsumsi, ia catat dalam sebuah buku jurnal yang tak lupa ia hiasi dengan goresan-goresan penuh warna. “Setiap minggu atau dua minggu, saya selalu ukur badan, merekam mood, bagaimana dan apa yang badan saya rasakan dan itu terbukti sangat membantu,” jelasnya. Tak hanya melulu soal berat badan, namun tolak ukur yang ditentukan meliputi kenaikan energi, pola pikir, dan juga perasaan yang ia rasakan saat itu. Melalui jurnal yang ditulisnya dengan rapi, Andra dapat mengevaluasi perkembangan yang tengah ia jalani. Hal apa yang harus ditingkatkan, hal apa yang belum ia jalanin dan rutinitas apa yang baik ataupun hal yang kurang cocok.

 
 

 
Jika ditanya tentang progresnya sejauh ini, Andra boleh berbangga, banyak pencapaian yang ia dapatkan semenjak menekuni olahraga dan berdedikasi pada hidup yang lebih sehat. “I feel happier, healthier, and stronger,” ungkapnya. Bulan Juli ini, perjalanan #andrafitjourney dan juga #10000stepsaday telah memasuki bulan ketujuh, tak hanya pada tubuh, semangatnya untuk hidup sehat terbukti telah membawanya kepada perasaan yang lebih berbunga-bunga. “Sesungguhnya, bentuk badan itu hanya bonus. Yang benar-benar saya rayakan adalah energi saya yang jauh lebih banyak dibanding saat usia 27 tahun. Mood saya pun jadi lebih stabil dan tidak mudah jengkel,” jelasnya perempuan yang kini telah menginjak usia 34 tahun.
 
“Bila melihat perjalanan financial journey dan self-healing journey yang bertahun-tahun itu, saya yakin #andrafitjourney juga akan bertahun-tahun. Tapi, nikmati saja setiap prosesnya,” ucapnya. Tak lupa, setiap pencapaian yang berhasil lalui, ia rayakan dengan senyum lebar di wajahnya. Mulai dari hal-hal kecil seperti kondisi badan yang terasa lebih bugar, semangat yang tak padam walaupun setelah bekerja seharian, perayaan akan hal-hal kecil tersebut memberikannya pikiran positif yang membawanya untuk tetap dapat maju hingga kini. “Biasanya sehabis merasa bangga dan perlu merayakan hal-hal kecil yang bisa saya capai, saya akan tulis di jurnal dan saya baca lagi. Tujuannya? Memotivasi diri sendiri,” jelasnya. (AULI HADI) Foto: Dok. Pribadi


 

 


Topic

Profil

Author

DEWI INDONESIA