Menelusuri Surga Wine di Australia Selatan
Menikmati keindahan lembah McLaren di Australia Selatan sambil berburu wine terbaik di temani kanguru di alam liar akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Anda.

Rasanya berat meninggalkan kemewahan hotel Mayfair yang baru saya nikmati satu malam itu. Tapi saya harus segera check out untuk memulai perjalanan saya berburu wine di Australia Selatan. Udara panas yang menyambut saya sehari sebelumnya seperti lenyap tak berbekas. Pagi itu, Adelaide seperti berganti musim. Angin sejuk menyapa pagi yang cerah.
            Hari ini, saya ingin melakukan winetrail, mengunjungi beberapa vineyard (kebun anggur) yang cukup terkenal di Australia, khususnya Australia Selatan. Masing-masing vineyard memiliki cellar door, bangunan untuk menyambut para tamu yang ingin mencicipi wine buatan winery (kilang anggur) perkebunan tersebut. Australia saat ini memang telah menjadi surga bagi para penikmat wine. Seperti yang kita ketahui, Wine buatan Australia sudah mendunia dan banyak diekspor ke berbagai negara, baik yang berasal dari industri besar atau pun industri rumahan. Ini dikarenakan perkebunan anggur banyak tersebar di seluruh penjuru Australia, terutama di Australia Selatan, di mana terdapat lebih dari 18 daerah perkebunan anggur dan lebih dari 200 winery. Salah satu bagian Australia Selatan yang banyak terdapat perkembunan anggur yaitu lembah McLaren. Di sini lah saya akan memulai petualangan saya.
            Lokasi kebun anggur yang berada di dataran tinggi dan kadang mengharuskan melewati jalan yang berundak-undak, bahkan ke luar dari jalur aspal, memang paling cocok ditempuh menggunakan kendaraan four-wheel drive. Pagi itu, sebuah kendaraan Toyota Land Cruiser V8 4dr 4X4 keluaran 2017 telah menanti saya di depan hotel. Ben Neville, adalah pengemudi sekaligus pemilik dari operator tour Off-Piste yang menyediakan jasa mobil-mobil off road untuk mereka yang menginginkan petualangan menelusuri alam liar Australia Selatan.
 
Foto: Menyesap nikmatnya wine dari perkebunan wine terbarik di Australia
 
 
            Saya tidak sendirian, saya ditemani tiga orang teman dari Italia, Korea dan Malaysia, serta Kirsty Churcher, host dari South Australia Tourism Commission, yang telah mengundang saya untuk menghadiri Australia Tourism Exchange 2018 di Adelaide, Australia Selatan. Ben dengan sigap memasukkan tas dan koper kami ke dalam kompartemen beroda dua yang dikaitkan ke mobil Land Cruiser. Ben yang berperawakan tinggi dengan logat khas Australia tampak begitu bersemangat. “Kalian sudah siap melihat keindahan Australia Selatan sambil menikmati wine terbaiknya?” teriak Ben dari balik kemudi. Tentu saja kami ikut menjawab dengan antusias, “Siap!” Dan mobil pun mulai melesat dari hotel Mayfair.
Ben benar-benar memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ketika kami mulai keluar dari Adelaide, sesaat kemudian, mobil langsung keluar dari jalur aspal, masih dengan kecepatan tinggi. Ben sepertinya ingin memacu adrenalin kami semua yang berada di dalam mobil.

Foto: Perkebunan anggur di Australia terletak di dataran tingi, salah satunya di lembah McLaren, Adelaide Hills, South Australia.
 
            Tak lama, mobil kami memasuki Taman Nasional Ongkaparinga, jalanan berbatu-batu dan menanjak sepertinya tidak menghalangi laju mobil kami. Setelah melalui beberapa lembah terjal dan semak-semak belukar, Ben memarkir mobil kami di samping sungai Ongkaparinga. Ia pun turun dari mobil dan mengambil meja piknik di dalam kompartemen. Dalam waktu singkat, meja piknik pun tersedia dengan berbagai hidangan roti, keju, dan wine tentunya. Ben membuka dua botol wine dari salah satu winery yang akan kami kunjungi. Ini seperti sebuah ‘pemanasan’ bagi kami sebelum melakukan wine tasting. Kami bisa menyesap nikmatnya wine sambil menyaksikan pemandangan indah alam liar Australia Selatan. Bahkan di sela-sela menikmati wine, kami melihat seekor koala sedang duduk di dahan pohon yang tak jauh dari kami.
 
            Foto: Seekor Koala tampak sedang beristirahat di dahan pohon eukaliptus.

Foto: Ben menyiapkan piknik wine di tengah-tengah alam liar South Australia.


Foto: Sambil menjamu tamunya, Ben meniup alat musik asli suku Aborigin.
 
Setelah pemanasan ini, kami akan mengunjungi beberapa perkebunan anggur yang cukup terkenal tak hanya di Australia, namun juga di beberapa negara lain. Mulai dari d’Arenberg, winery yang menawarkan pengalaman meramu anggur sesuai selera Anda sendiri. Lalu kami akan berkunjung ke Maxwell Wines, sebuah winery yang terkenal dengan wine yang dibuat dari madu dan dikenal dengan sebutan mead. Setelah itu menikmati keindahan perkebunan anggur Wirra Wirra, yang memiliki cellar door unik mirip gereja tua.
            Mengunjungi perkebunan anggur di Australia Selatan tidak dapat Anda lakukan dalam sehari, Anda paling tidak memerlukan dua atau tiga hari untuk menelusuri beberapa winery yang menjadi highlight di area ini saja. Bayangkan ada ratusan cellar door yang menawarkan pengalaman berbeda setiap kali Anda berkunjung untuk menyesap wine buatan mereka.
      Foto: Kadang Anda akan berpapasan dengan sekelompok atau seekor Kangguru saat melintasi perkebunan wine.      
 
            Hari berikutnya, kami tidak lagi dipandu oleh Ben. Operator tour lain yang  melanjutkan petualangan kami menelusuri lembah McLaren. Ralf Hadzic dari Life is Cabernet, menjemput kami di penginapan tepat pukul sembilan. Ralf merupakan pemilik sekaligus pengemudi operator tur yang khusus mengantarkan siapa pun yang ingin melakukan tur wine di kawasan Australia Selatan.
            Ralf, pria paruh baya yang masih berbadan tegap dengan banyak pengetahuan soal wine, mengantarkan kami ke tujuan pertama di pagi itu, yaitu Beresford Wines, sebuah winery yang banyak menghasilkan wine kualitas terbaik hingga memenangkan banyak penghargaan internasional. Kemudian, kami diajak berkunjung ke Gemtree, sebuah winery yang membuat wine organik dengan teknik khusus yang menarik. Witolo Wine juga menjadi tujuan kami. Winery ini dikelola oleh keluarga asal Italia yang menetap di Australia, sehingga membawa teknik pembuatan wine khas dari Italia. Terakhir, kami menikmati wine di cellar door ikonis dari Hugh Hamilton Wines.

      Foto: Barel yang digunakan untuk proses pendewasaan sebuah wine.
 
      Foto: Hidangan canape atau kue kering dan keju yang akan dipasangkan dengan wine untuk wine tasting.       

            Wine trail saya kali ini menyisakan perasaan puas dalam diri saya. Selain puas dapat menyesap nikmatnya wine dari Australia Selatan, saya juga punya pengalaman baru setiap kali berkunjung ke sebuah cellar door. Tiap cellar door menawarkan sesuatu yang unik, dan berbeda satu sama lain. Bahkan, bagi Anda yang tidak minum wine, jangan khawatir, berkunjung ke perkebunan anggur tidak selalu harus mencicipi wine. Banyak aktivitas yang ditawarkan oleh masing-masing perkebunan anggur selain wine tasting. Anda bisa menikmati tur kilang wine, menyaksikan keindahan alam sekitar perkebunan, atau menyantap hidangan di restoran yang tersedia.
            Ralf pun mengantar kami kembali ke Adelaide. Saya bersyukur bisa segera bertemu dengan kasur nyaman di hotel Mayfair. Wajah saya sepertinya sudah merah karena terlalu banyak menyesap wine sepanjang wine trail ini.
 
Simak pengalaman saya menyesap wine terbaik di masing-masing cellar door hanya di dewimagazine.com.

TEKS: Dhanny Dwi Septianto
FOTO: Dhanny Dwi Septianto, Unsplash
 

 



JOIN OUR COMMUNITY